news
UMUM
Raja KO dan Jagoan Bentrok di Bangkok, Begini Komentar Petarung Indonesia
31 July 2020 10:45 WIB
berita
Petchmrakot vs Yodsanklai
BANGKOK- ONE: NO SURRENDER akan jadi menjadi ajang adu jam terbang hingga nama besar sasana. Pertarungan digelar tertutup. 

Tapi dapat disaksikan live lewat ONE Super App, Vidio, MAXStream pukul 19:30 WIB. Sementara SCTV akan menayangkan siaran tunda pukul 23:30 WIB. 




Baca Juga :
- The Apprentice: ONE Championship Edition Akan Hadir di KompasTV
- Juara Dunia Saling Berhadapan dalam One: A New Breed II


Pada Jumat, 31 Juli, di Bangkok, Thailand, kehadiran kembali ONE Championship disambut baik oleh para seniman bela diri tersohor dalam negeri, termasuk Juara Turnamen ONE Strawweight Indonesia Adrian “Papua Badboy” Mattheis.

Atlet Tigershark Fighting Academy itu mengaku sangat antusias. Dia tak sabar menyaksikan laga besar antara Petchmorakot Petchyindee Academy melawan “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex dalam perebutan gelar Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai.


Baca Juga :
- Lima KO dan Submission dari Tujuh Laga Terjadi di ONE Championship
- Eko Roni Saputra, Diaspora Indonesia yang Kibarkan Merah Putih di Singapura


Bicara tentang laga antar kedua raksasa dalam seni bela diri Muay Thai tersebut, Adrian menyebut jika keduanya punya keterampilan yang sangat mumpuni. Terlebih, keduanya berasal dari sasana elite Petchyindee Academy dan Fairtex yang bergengsi.

“Saya komentar seperti Rodtang lawan Petchdam. Kalau Petchdam sama Petchmorakot, kan, satu camp ya, berteman itu mereka. Jadi kayaknya sama-sama jago. Adrian kalau main Muay Thai tidak bisa prediksi. Yodsanklai  raja KO juga,” ujar atlet berusia 27 tahun ini.

“Petchmorakot juga jagoan, tidak kalah jam tanding. Raja KO dan dia juga terbaik. Kalau Adrian komentarnya keputusannya kayaknya berat untuk Yodsanklai menang KO.”

Predikat Raja KO memang layak disematkan pada “The Boxing Computer. Dalam perjalanan karier bela dirinya, Yodsanklai memiliki rekor 202 kemenangan dari 279 laga yang telah ia jalani. 78 kemenangan tersebut ia raih lewat KO/TKO.

Catatan tersebut berada di atas Petchmorakot yang memiliki total 198 pertandingan dengan raihan 161 kemenangan.

Meski tidak selalu berpatokan pada torehan rekor, atlet kelahiran Maluku Utara itu menganggap jika jam terbang tetap menjadi faktor penting dalam laga Petchmorakot melawan Yodsanklai.

“Kalau Adrian 50:50. Seru sih. Kalau Adrian sih [menjagokan] Yodsanklai, karena dia sudah veteran terus jam terbang dalam bertarungnya sudah banyak. Memang Adrian punya hati untuk Yodsanklai, tapi Petchmorakot akan tahan dia punya sabuk. Perjuangkan juga, kakak. Dia akan habis-habisan, apalagi main Muay Thai,” urai Adrian.

Bicara terkait teknis pertandingan, Adrian menyebut jika keduanya akan saling bertukar jurus andalan. Ia pun tak sabar untuk menyaksikan dan mempelajari kehebatan keduanya dalam “seni delapan tungkai.”

“Sikut sama lututnya gila, kakak. Raja KO [Petchmorakot] andalannya sikut sama lutut. Kalau Yodsanklai strikenya kuat. Memang dari dua orang ini juga harus belajar, jadi referensi yang bagus dari mereka. [Pelajarannya] digabungkan biar kita jadi jagoan,” ungkap Adrian.

Adrian juga mengungkapkan keinginan untuk terus mengasah keahliannya dalam Muay Thai. Jika ada kesempatan, ia ingin berguru langsung ke Thailand yang menjadi rumah kelahiran dari seni bela diri tersebut.

“Adrian akan belajar terus dan mungkin Adrian akan kembali lagi latihan di Thailand. Rencananya, latihan sama mereka,” harap Adrian.*

news
Penulis
Suryansyah