news
BULUTANGKIS
Andalkan Gregoria Mariska Tanjung Jadi Pendulang Emas PON XX, Jabar Diperkuat Atlet dan Veteran Pelatnas
24 July 2020 11:35 WIB
berita
Tim Bulutangkis Jawa Barat saat memaparkan programnya dalam Obrolan Santai Olahraga SIWO PWI Jabar di Ruang Kominfo KONI Jabar/ Arief NK/Topskor.id
BANDUNG – Cabang Olahraga (cabor) Bulutangkis memaparkan kesiapannya menuju PON XX/2021 mendatang. Kepada media dalam Program Obrolan Santai SIWO PWI Jawa Barat pekan ini, cabor tepok bulu ini menegaskan sikap kewaspadaan tim bulutangkis Jawa Barat terhadap kekuatan daerah lain.

Manajer Tim Umar Djaidi menegaskan, tingkat kewaspadaan Jawa Barat terfokus kepada kemajuan para pebulutangkis muda. Umar memastikan, peta persaingan cabor bulutangkis akan mengalami perubahan seiring dengan ditundanya Pesta Olahraga Empat Tahunan itu.




Baca Juga :
- Malaysia Jadikan Indonesia Rival Utama, tapi Tetap Tidak Meremehkan Tim Eropa
- Impian The Minions Menjadi Juara Olimpiade Muncul Setelah Menonton Kemenangan Hendra Setiawan/Markis Kido di Beijing 2008


“Saya memprediksi, para pebulutangkis muda potensial yang sekarang ini sedang mengalami kemajuan dan menjadi pesaing para seniornya terutama di ajang PON nanti,” kata Umar dalam program yang digelar di Ruang Kominfo KONI Jawa Barat, Kamis (23/7/2020).

Tim Bulutangkis Jawa Barat sebetulnya sudah siap menghadapi persaingan di PON XX nanti. Itu pun kata Umar, jika PON XX tidak mengalami penundaan ke tahun depan. Karena, katanya Tim Bulutangkis Jabar saat itu dalam komposisi seratus persen dengan kekuatan delapan atlet putra dan lima atlet putri.


Baca Juga :
- Tontowi Ahmad Turun Gunung, Tapi Jalurnya Berbeda Bersama Flypower
- Tidak Disangka kalau Atlet Menembak Ini Seorang Polwan


“Mereka kami tampung berdasarkan proses seleksi secara bertahap yang telah kami lakukan. Kuota ini sudah sesuai dengan kuota bulu tangkis di PON XX yang ditentukan KONI Jabar,” kata Umar menambahkan.

Dengan atlet sejumlah itu, Umar menegaskan, target Jabar di PON XX, nanti, dapat mendulang minimalnya dua medali emas dari total tujuh nomor yang dipertandingkan.

“Darimana dua medali emas tersebut, kami berharap bisa disumbangkan dari nomor tunggal putri melalui pebulutangkis nasional Gregoria Mariska Tunjung dan nomor beregu putra atau putri,” kata Umar menegaskan.

Kendati begitu, ujarnya, Jabar tetap harus waspada dan hati-hati karena perkembangan para pebulutangkis muda yang sedang terjadi. Namun, katanya, akselerasi potensi mudanya siap membuat kejutan terutama saat menghadapi dua daerah yang dipastikan akan menjadi pesaing utama yakni, DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Sementara itu, pelatih Enroe Suyanto  merinci bahwa dari 13 atlet yang disiapkan, Jabar akan diperkuat  sembilan atlet  Pelatnas PBSI Cipayung. Sisanya, veteran Pelatnas.

“Saat ini memang kami belum ada lagi sentralisasi, namun kami tetap melakukan persiapan. Untuk sembilan atlet Pelatnas, program  sudah bisa mereka jalani sendiri dan tak usah diragukan lagi. Sedangkan, empat atlet lainnya masih berlatih terpisah, di Jakarta dan ada pula yang di Bandung,” kata Enroe menjelaskan.

Bagi jajaran pelatih, katanya, pengunduran PON XX ke 2021, akan dimanfaatkan untuk mematangkan persiapan. Namun ujarnya, tidak menutup kemungkinan akan ada proses perubahan komposisi .

“Apabila dari 13 pemain itu mengalami penurunan performa apakah itu cedera atau halangan lain, kami sudah siapkan atlet yang akan menjadi pelapis, ini juga harus kami waspadai,” katanya menambahkan lagi.*04

A
Penulis
Arief N K