news
OPINI
Sport Science Pas Sasarannya, Tepat Hasilnya
23 July 2020 08:20 WIB
berita
TEMPATNYA sudah ada. Di Cibubur, Jakarta Timur. Luasnya 8,6 hektar. Namanya: Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga (PP PON). Ini kawah candradimuka pemuda secara nasional. 

Di komplek itu berdiri Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON). Ada wisma juga untuk atlet. Wisma Soegondo Djojopoespito. Berbagai sarana olahraga sudah berdiri.




Baca Juga :
- Raden Isnanta: Kuatkan Iminutas, Ya Olahraga!
- Menpora RI Zainudin Amali: Warga Indonesia Harus Tahu! Ini Tema Besar Peringatan Haornas 2020


Di sinilah atlet-atlet muda nasional digodok. Tapi, mungkin tak banyak yang tahu. Orang hanya mengenal SKO Ragunan. Rumah cikal bakal atlet nasional. 

Tidak salah juga. Ragunan memang sekolah atlet. Tapi, berbeda dengan PP PON. Atlet muda di PP PON diproyeksikan ke level nasional. Bahkan internasional.


Baca Juga :
- SAH Periode II Kemenpora Digelar
- Venue Sudah Oke Banget, Tinggal Promosi, Kata Raden Isnanta Soal Mimika


Kompleks ini akan kita perbaiki, dan kualitas serta standarnya akan kita tingkatkan. Tinggal menunggu payung hukum. Jika Inpres ditangan, planning digeber. 

Pak Menteri sudah minta kepada PU di kawasan ini akan dijadikan National Sport Schools Cibubur. Setelah lulus SMA para atlet dikirim ke Hambalang. Syukur-syukur bisa dari SMP. Sekarang anak-anak SKO Ragunan juga sudah mulai berlatih di sini. 

Konsepnya road to Olympic 2032. Kita bertekad jadi tuan rumah. Biddingnya memang tahun 2024. Indonesia bersaing dengan Australia, Jerman, dan India. 

Tapi atlet harus disiapkan lebih dulu. Tahun 2021 kita harus tentukan cabang unggulan. Maka, PP PON akan disulap jadi National Sport Schools Cibubur. Kloter pertama ada lima cabang olahraga: bulutangkis, angkat besi, tinju, panahan, dan panjat tebing. Kemudian menyusul anggar, atletik, dan lainnya.

Di National Sport Schools Cibubur nanti akan memanfaatkan Sports Science. Ini sebuah keharusan. Selama ini hanya retorika. Kita harus terus kampanyekan dan buktikan.

Sport science adalah penerapan prinsip-prinsip keilmuan untuk membantu meningkatkan prestasi olahraga. Secara umum terdapat 3 bidang dalam yaitu: fisiologi, psikologi, dan biomekanika. Tapi juga masih ada ilmu gizi, sosiologi, kinesiologi, anatomi, termasuk database dan analisis statistik.

Fisiologi dalam sport science mempelajari bagaimana tubuh merespon dan beradaptasi dengan latihan yang dijalani.

Fisiologi memiliki peranan bagi para atlet dalam membiasakan pola latihan bagi tubuh. Atau bentuk respon tubuh terhadap latihan yang dijalani. Jadi para atlet dapat mengetahui apakah bentuk latihannya sudah sesuai atau belum.

Psikologi berperan memotivasi dan mengontrol emosi para atlet. Ini berpengaruh terhadap perilaku para atlet.

Sedangkan biomekanika memiliki fungsi menganalisa mekanika pergerakan tubuh. Dengan adanya biomekanika, kita dapat mengidentifikasi teknik ataupun cara terbaik para atlet dalam meningkatkan prestasi olahraga. Pun mengurangi para atlet mengalami cedera.

Di Eropa sport science sudah lama dijalankan. Itulah sebabnya kenapa atlet-atlet Eropa berprestasi. Beberapa negara Asia seperti Cina, Jepang, dan Korsel juga sudah melakukannya.

Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September nanti jadi gong sport science. Ini sebuah keharusan. Kita harus cerahkan pikiran para pelaku olahraga. Bahwa olahraga itu ilmu. Ayo kita kuatkan ilmu kepelatihan, anatomi, gizi, metologi, sosiologi, biomekanika, fisiologi dan lainnya.

Kita harus iklar bersama. Semua stakeholders harus siap untuk menerapkan sport science. Temanya: sport science pas sasarannya, tepat hasilnya. Tapi, kita tidak mengerahkan massa pada Haornas 2020 ini. Tidak seperti sebelumnya. Terpenting pesan sport science bisa sampai pada semua pelaku olahraga di Tanah Air.

Kenapa demikian? Karena sport science itu untuk mengggiring sebuah proses ketepatan hasil. Kita tidak mengumpulkan massa. Lebih visual berbasis digital. Pesan sport science akan muncul. 

Kita harus kampanyekan sport science ke seluruh pelosok. Tanpa sport science olahraga kita tak bisa berkembang. Tidak cukup modal semangat. Tapi harus ditunjang dengan keilmuwan. Karena ilmu selalu berkembang dan terus berkembang.**

Salam Olahraga!

news
Penulis
Suryansyah