news
OPINI
Efek Luar Biasa Lolosnya Man City dari Sanksi UEFA, Rival Jadi Ribet dan Persaingan Lebih Seru
15 July 2020 13:22 WIB
berita
MUSIM 2019/20 dilanjutkan dengan kalender yang padat. Berbulan-bulan sepak bola terhenti akibat mahluk hidup sebesar 500 mikrometer bernama Covid 19. Musim yang dipadatkan diiringi pula oleh pergerakan bursa transfer menjadikan pertengahan tahun ini jadi begitu banyak berita.

Tapi, berita dari Manchester City langsung menyedot perhatian. Setidaknya, mampu menyerobot porsi perhatian publik sepak bola di kolong langit. Tak lain adalah lolosnya mereka dari sanksi UEFA berupa larangan tampil di Liga Champions 2020/21 dan 2021/22.




Baca Juga :
- Pas Cepek! Raheem Sterling Cetak Gol ke-100 untuk Man City Pakai Jersey Baru
- Semoga Bagus! Milan Rekrut Bek Kanan untuk Gantikan Conti-Calabria, Gratisan pula


Sebelumnya, UEFA dengan telak menjatuhkan sanksi untuk Man City lantaran mereka dianggap terbukti melanggar regulasi Financial Fair Play (FFP). Intinya, Man City menambahi angka yang diberikan oleh sponsor mereka. Jadinya, Man City dianggap punya neraca yang luar biasa sehat.

Efeknya, mereka bisa belanja pemain sesuka hati tanpa takut kena limit FFP. Man City langsung banding dan UEFA menerimanya. Tapi, Man City tetap kena denda. Turun dari 30 juta euro ke 10 juta euro. Alasannya, Man City dianggap tak bisa bekerja sama dengan badan pemeriksa keungan UEFA sehingga terjadi kegaduhan ini.


Baca Juga :
- Enggak Salahkan Varane dan Harus Bangga, Ini Komentar Zidane Usai Dikalahkan Man City
- Penting bagi Milan, Mendatangkan Gelandang Muda Empoli Ini, Ada Alasannya


Kontan, kabar lolosnya Man City dari sanksi UEFA bikin ribet para rival. Utamanya di Liga Primer karena jika Man City kena sanksi, maka peringkat kelima yang dapat tiket ke fase grup Liga Champions musim depan. Dan, klub yang berada di posisi itu adalah Manchester United (MU).

MU jadi harus mengejar kembali posisi empat besar dengan sisa laga yang tinggal sedikit lagi. Apalagi, MU masih ada di Piala FA, tepatnya di semifinal. Selain MU, ada pula Leicester City yang sudah di posisi keempat jadi tak bisa santai juga. Posisi Leicester pun terancam diserobot MU.

Di pengujung musim ini, Leicester pun sebaiknya ngotot habis saja mengejar Chelsea di posisi tiga agar benar-benar aman. Kondisi Leicester inilah yang pada akhirnya bikin Chelsea terganggu. Jelas, mereka tak mau turun ke peringkat keempat yang berpotensi dihajar MU.

Sedangkan mengejar Man City rasanya juga hampir tak mungkin. Sehingga, Chelsea pun akan habis-habisan mempertahankan peringkat ketiga. Ini baru para tim yang terdampak langsung dengan bebasnya Man City dari sanksi UEFA. Ini belum dari sisi Man City yang saat ini sedang girang setelah mendengar vonis bebas dari CAS.

Arsenal dan Real Madrid bakal menghadapi Man City yang sedang bersemangat. The Gunners akan bertemu Cityzens di semifinal Piala FA dan Madrid harus bisa mengalahkan Man City di laga kedua babak 16 besar. Soalnya, di pertemuan pertama Man City menang 1-0. Ini pun bakal bikin ribet karena Man City pasti akan ngotot mengejar dua trofi itu.

Mumpung situasi sedang gembira, manajemen Man City langsung memanfaatkannya dengan mengambil satu upaya strategis. Adalah pengajuan kontrak baru untuk pelatih Josep Guardiola. Kontrak sang pelatih akan pungkas di akhir 2020/21 tapi Man City masih ingin mempertahankannya lebih lama.

Gaji Guardiola bakal dinaikkan dan anggaran belanja pemain sebesar 150 juta paun pun disiapkan. Terbayang bagaimana Guardiola akan menyempurnakan skuatnya agar makin kompetitif di musim depan. Liverpool memang sangat kuat tapi Man City pun saat ini tidak lemah dan akan makin kuat di musim depan.

Jika di musim depan Liverpool diprediksi akan tetap digdaya, maka Man City yang akan jadi penantang terkuatnya. Di musim 2019/20, Liga Primer praktis dimiliki Liverpool tapi tidak di musim depan. Persaingan tajam bakal tersaji sejak awal musim dan Man City akan jadi salah satu tim yang akan menambah semarak.

Ada perbedaan mencolok dari Man City jika mereka tetap kena sanksi dan bebas sanksi. Jika Man City tetap kena sanksi, maka beberapa pemain top akan pergi. Man City pun akan sangat kesulitan mendapatkan pemain top berbanderol mahal untuk menyempurnakan skuat.

Alhasil, Man City bisa tak kompetitif. Mereka akan lesu dan kurang bersemangat karena tak tampil di Liga Champions. Situasi itu tak terjadi karena Man City telah dinyatakan bebas sanksi. Malah, Man City bakal makin menggila. Dimulai dari sekarang saat memburu trofi Piala FA dan Liga Champions.

Dilanjutkan dengan belanja pemain top yang dibutuhkan Guardiola. Lalu, dalam waktu yang relatif dekat, musim 2020/21 pun dimulai. Man City yang masih dalam kondisi panas pun bakal tancap gas sejak laga pertama. Inilah argumen mengapa bebasnya Man City dari sanksi UEFA bakal bikin ribet klub rival dan persaingan makin ketat.*

D
Penulis
Dedhi Purnomo
BarC4!