news
BULUTANGKIS
Pelatih Ungkap Alasan Greysia/Apriyani Harus Dipisah dalam Turnamen Internal PBSI
14 July 2020 22:33 WIB
berita
Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii -- Dokumentasi Topskor
JAKARTA – Pelatih ganda putri pelatnas Eng Hian menjadikan turnamen internal PBSI di Cipayung, Jakarta, 15-17 Juli sebagai seleksi pemain yang bakal dikirim ke turnamen resmi. Ini mengingat dalam empat bulan terakhir berbagai turnamen vakum karena pandemi.

“Untuk tim ganda putri, turnamen ini bisa dibilang tempat seleksi yang nantinya berpengaruh ke pengiriman ke turnamen resmi. Semoga ini bisa membuat mereka terpacu,” kata Eng Hian dilansir dari Badmintonindonesia,org, Selasa (14/7/2020).




Baca Juga :
- Malaysia Jadikan Indonesia Rival Utama, tapi Tetap Tidak Meremehkan Tim Eropa
- Impian The Minions Menjadi Juara Olimpiade Muncul Setelah Menonton Kemenangan Hendra Setiawan/Markis Kido di Beijing 2008


Turnamen internal bertajuk Mola TV PBSI Home Tournament ini mempertandingkan semua nomor yang dimulai dari ganda putra, ganda campuran, dan tunggal putra. Selanjutnya, ganda putri dan akan ditutup pertandingan tunggal putri.

Eng Hian menambahkan selain untuk seleksi, turnamen ini juga diharapkan memunculkan aura kompetisi ketat, sehingga mengembalikan kemampuan pemain sebelum turun dalam ajang resmi.


Baca Juga :
- Mohammad Ahsan Tegaskan Belum Mau Pensiun Usai Olimpiade Tokyo Tahun Depan
- BWF Batalkan Empat Turnamen Bulu Tangkis sebagai Imbas Covid-19, PBSI Menyayangkan


“Manfaatnya tentunya bagus, sudah lebih dari empat bulan tidak bertanding. Pelatih berharap mereka bisa manfaatkan home tournament ini sebagai pengganti turnamen. Bisa dapat aura kompetisinya juga,” Eng Hian menambahkan.

Sama seperti sektor lainnya, ganda putri akan bertanding dengan sistem setengah kompetisi. Sebanyak 11 pasang ganda putri dibagi ke dalam empat grup dan akan memperebutkan peringkat dua terbaik setiap grup untuk lolos ke perempat final.

Dalam turnamen internal PBSI ini, ganda putri terbaik Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu dipisah karena kualitas permainan mereka dinilai oleh jajaran pelatih di atas ganda putri pelatnas yang lain.

“Kalau dipasangkan juga untuk apa? Tidak ada poinnya. Jadi lebih baik dipisah untuk memberikan pengalaman pada pasangannya,” Eng Hian menuturkan.

“Kami mau beri kesempatan kepada pemain lain untuk mengalahkan Greysia dan Apriyani walau sudah terpisah. Kalau Greysia/Apriyani tetap dipasangkan, pertandingan jadi tidak menarik,” kata Eng Hian.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id