news
LIGA 1
Terapkan Protokol Kesehatan, Persib Siap Jalani Adaptasi Kebiasaan Baru
11 July 2020 14:57 WIB
berita
Dokter tim Persib, Rafi Ghani, mengingatkan pentingnya protokol kesehatan -Topskor/Instagram Rafi Ghani
BANDUNG - Persib Bandung memang belum memutuskan kapan menggelar latihan perdana. Tapi, secara faktual, adaptasi kebiasaan baru sudah siap dijalani semua yang terlibat.

Acuannya tetap pada esensi protokol kesehatan yakni bagaimana jangan menular, jangan tertular, dan memutus mata rantai Covid-19.




Baca Juga :
- Kendaraan Jemputan Sudah Disiapkan di Bandara, Kontrakan Mewah Menanti Geoffrey
- Impian Winger Persebaya Ini Tinggal di Komplek dengan Fasilitas Lapangan Bola Standar FIFA Akhirnya Tercapai


"Yang bikin protokol kesehatan banyak. Ada kemenkes, gugus tugas, PSSI Pusat, dan PSSI Jabar," kata dokter Persib Rafi Ghani.

"Namun yang penting esensinya memutus mata rantai Covid itu sendiri karena pandemi belum berakhir," Rafi menambahkan.


Baca Juga :
- Segera Kembali ke Bandung, Wander Luiz Ungkap Kondisinya
- Terganjal Dokumen Penerbangan Wander Luiz Belum Bisa Terbang ke Indonesia


Caranya dengan memakai masker dan jangan mengusap wajah ketika tidak yakin tangan bersih. "Pakai masker agar menghindari droplets secara langsung dan tidak langsung dari lawan bicara bicara, bersin dan batuk yang terinfeksi bisa menularkan," kata Rafi pada wartawan.

Selain itu, standar kebersihan seperti cuci tangan dengan sabun agar terhindar dari penularan, harus mentradisi dalam keseharian.

"Jika kita ikuti protokol kesehatan dengan baik, diikuti pola hidup sehat, dan istirahat cukup, makan yang baik, tidur teratur, manage tingkat stres, insya Allah kita bisa menang lawan Covid," kata Rafi.

Soal test PCR lanjutan, menurut Rafi, tergantung pada kondisi dan situasi terkini di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya test PCR para pemain Persib untuk mengetahui arah ke gejala Covid-19. Apalagi mayoritas pemain datang dari berbagai daerah.

"Setelah hasilnya negatif kita tinggal ikuti protokol kesehatan dengan baik. Jangan menularkan dan tertularkan," kata Rafi.

"Nanti kita bisa lakukan lagi tes PCR. Itupun tergantung kondisi dan situasi di tengah pandemi virus corona," Rafi menegaskan.* Dani Wihara/01

news
Penulis
Dani Wihara
tukang tulas tulis persib bandung