news
UMUM
Garuda Eleven Dramatis Membingkai Perjalanan dan Perjuangan Sekolah Sepak Bola yang Hampir Tutup
11 July 2020 09:30 WIB
berita
Preview komik Garuda Eleven, proyek kolaborasi Ragasukma, DS Studio, dan Batavia Picture /Foto Ragasukma/Garuda Eleven
SEPAK Bola Indonesia mungkin baru akan kembali bergeliat secara resmi pada 1 Oktober 2020 mendatang. Namun, sepak bola Tanah Air sudah diramaikan dengan komik baru terlebih dahulu.

Proyek IP "Garuda Eleven" akan menjadi kolaborasi antara komikus-komikus di Padepokan Ragasukma, DS Studio, dan Batavia Picture.




Baca Juga :
- Jika Benar Ada Pemain Timnas Indonesia Positif Covid-19, Ini Saran Sesmenpora RI
- Pemain Asing SKN FC Kebumen Hengkang ke Liga Futsal Spanyol


Garuda Eleven versi komik akan menjadi awal dari perjalanan kisah para pesepak bola muda di SSB Praja Garuda Kencana, dengan proyek lanjutan hingga dalam bentuk film animasi.

Sweta Kartika, konseptor Garuda Eleven sekaligus bagian dari Padepokan Ragasukma, bercerita bahwa ada sebuah pesan besar dalam cerita sepak bola ini.


Baca Juga :
- Gelandang Persib Bandung Ini Jenius dalam Memodifikasi Program Latihan Mandiri
- Impian Winger Persebaya Ini Tinggal di Komplek dengan Fasilitas Lapangan Bola Standar FIFA Akhirnya Tercapai


Konsep komik sepak bola ini lalu diamini menjadi proyek yang lebih besar dengan kolaborasi Batavia Picture, yang mana pemiliknya adalah bagian penting dari Sekolah Sepak Bola (SSB) ASIOP.

"Garuda Eleven ini digagas oleh Padepokan Ragasukma (kelompok komikus). Kemudian kami bertemu dengan Batavia Pictures, dan pemiliknya juga pemilik SSB ASIOP. Kami (Ragasukma) yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam setiap cerita kami akhirnya berkolaborasi dengan Batavia Picture dengan format awal komik sepak bola," kata Sweta.

"Untuk awal kita bikin formatnya komik. Nantinya akan ada format animasi. Tapi nanti akan terbit berkala di Line Webtoon sebagai comic scroll."

Keresahan yang muncul dari kompetisi sepak bola muda

Sweta dalam risetnya melihat bahwa adanya kontradiksi antara kiprah pemain muda Indonesia di level SSB dan tim nasional.

Beberapa SSB di Indonesia membawa nama harum negeri dengan menjadi juara kompetisi internasional, namun berbanding terbalik dengan tim nasional.

Kisah perjuangan SSB ini yang diadopsi oleh Sweta dan Padepokan Ragasukma dalam Garuda Eleven nantinya.

"SSB itu berprestasi banget di luar negeri, berkompetisi di Norwegia, di negara-negara. Mereka bisa bersaing, tapi yang terlihat pada level timnas kok tidak sekeren itu. Pasti di pikiran khalayak umum seperti itu," kata Sweta.

"Jadi kami nanti membingkai cerita mengenai perjalanan sebuah SSB yang hampir tutup, namun terus berusaha mengarungi kompetisi bersama pemain-pemain muda hasil binaan beasiswa SSB tersebut."

Salah satu yang ditekankan Sweta dalam komik ini juga adalah keragaman budaya sebagai representasi masyarakat Indonesia.

Platform Line Webtoon bisa menjadi sarana untuk merepresentasikan Indonesia sebagai bangsa yang beragam kepada dunia.

"Nanti, klub ini juga merepresentasikan keragaman masyarakat Indonesia lewat setiap karakternya dan kerjasama di antara mereka," ujar Sweta menjelaskan.

"Komik ini juga akan menjadi gambaran Indonesia di mata internasional, dengan sisi keragaman di dalam skuadnya sebagai premis utamanya."

Selain itu, Garuda Eleven juga mengadopsi beberapa konflik yang terkait dengan permasalahan remaja dengan teman sebayanya.

"Konflik yang dibangun nanti akan menyasar target utama kami yakni pembaca remaja. Masalah yang muncul mengenai bagaimana melawan ego sendiri, dan sebagainya," kata Sweta.

Satu hal yang menarik dalam komik Garuda Eleven adalah tidak hanya berfokus pada kisah pertemanan dan drama dalam skuad SSB Praja Garuda Kencana.

Riga, Cecep, dan kawan-kawan juga akan menampilkan sisi teknis sepak bola, lewat penggambaran strategi sepak bola dan juga bahasan teknis lainnya.

"Pendekatan komik ini nanti 50 persen drama dan 50 persen teknik. Karena kami memiliki referensi dari SSB (ASIOP dan riset yang telah dilakukan), nanti juga akan dijelaskan seperti misalnya formasi dalam sepak bola," kata Sweta.

Penggambaran lain yang akan muncul dalam Garuda Eleven adalah insight pemain sepak bola perempuan dan juga bagaimana representasi pemain-pemain darri berbagai entis di Indonesia.

"Kami juga akan menambahkan beberapa insight seperti kalau orang Papua biasanya ditempatkan di posisi apa," ujar Sweta bercerita.

"Selain itu, kita juga akan melihat kerjasama antara pemain laki-laki dan perempuan di dalam skuad, karena di SSB, pemain perempuan bermain itu masih lumrah."

Garuda Eleven akan rilis di Line Webtoon pada 17 Agustus 2020.*ADITYA FAHMI NURWAHID/SKOR.ID//04

R
Penulis
Rizki Haerullah