news
LIGA INGGRIS
Disebut Striker Super Egois, Mohamed Salah Terancam Dijadikan Cadangan dalam Laga Liverpool Berikutnya
09 July 2020 13:44 WIB
berita
Mohamed Salah - TopSkor/Istimewa
LIVERPOOL – Mohamed Salah membukukan dua gol saat Liverpool mengalahkan Brighton & Hove Albion 3-1 dalam laga Liga Primer di Amex Stadium, Rabu (8/7).

Kedua gol itu menambah koleksinya menjadi 19 gol dan menempatkannya di peringkat ketiga daftar top scorer sementara di bawah striker Leicester City, Jamie Vardy (22 gol), dan striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang (20 gol).




Baca Juga :
- Fan Liverpool Mendesak Juergen Klopp Buru-buru Mendatangkan "Si Lincah'' dari Watford Ini
- Juergen Klopp dan Pep Guardiola Tergeser Oleh Pelatih Klub Kasta Keempat Liga Inggris dalam Daftar Pelatih Terlama


Meski Liga Primer musim ini tinggal menyisakan empat pertandingan lagi, peluang Salah meraih gelar top scorer untuk musim ketiga beruntun masih cukup terbuka.

Secara keseluruhan, Salah telah terlibat langsung dalam proses terciptanya 100 gol Liverpool di Liga Primer dengan 73 gol dan 27 assist dalam hanya 104 pertandingan sepanjang tiga musim terakhir.


Baca Juga :
- Pernah Jadi Bahan Tertawaan di Program Televisi Jerman, Juergen Klopp Kini Jadi yang Tertawa Paling Akhir
- Ditinggal Mati 4 Bulan Sebelum Jadi Pelatih, Juergen Klopp Sedih sang Ayah Tidak Sempat Menyaksikan Kesuksesannya


Terlepas dari catatan assist-nya yang relatif memuaskan, striker 28 tahun asal Mesir dituding terlalu berambisi untuk mencetak gol. Penilaian ini diungkapkan oleh mantan gelandang dan pelatih Liverpool yang kini bekerja sebagai komentator di stasiun televisi Sky Sports usai melihat aksinya lawan Brighton.

“Dia super egois, dia menginginkan Sepatu Emas,” kata Souness. “Dia ingin mencetak banyak gol malam ini, bukan? Sejak menit pertama.

“Itu penting buat dua. Kita bisa melihat reaksinya saat tidak diberikan operan di menit-menit akhir.

“Dia selalu melepaskan tembakan setiap kali ada kesempatan. Rekan-rekan setimnya pasti merasa kesal terhadap dia dalam dua atau tiga kesempatan.”

Souness tidak menampik bahwa seorang striker memang terkadang harus egois saat berada di lapangan. Tapi, keegoisan yang diperlihatkan Salah lawan Brighton dianggapnya sudah keterlaluan.

“Mereka (Liverpool) telah meraih gelar Liga Primer. Salah sudah memberikan kontribusinya dan dia pikir dia kini boleh mengincar gelar top scorer,” kata Souness.

“(Sadio) Mane pernah beberapa kali terlibat perselisihan dengan Salah lantaran tidak mau mengoper bola kepadanya.

“Semua pencetak gol harus punya sifat serakah. Tapi, saya pikir Salah telah meningkatkan (sifat serakah) itu ke level berikutnya.”

Salah sendiri mengaku tidak mengerti kenapa dirinya disebut striker egois karena dia merasa punya torehan assist yang cukup bagus buat Liverpool.

“Saya tidak tahu kenapa, tapi saya pikir saya juga punya catatan assist yang bagus sejak saya datang ke sini. Jika melihat posisi saya (bermain), saya pikir saya telah bekerja dengan baik,” kata Salah.

Ketika ditanya mengenai persaingan memperebutkan Sepatu Emas Liga Primer musim ini. “Mari kita lihat dari pertandingan ke pertandingan.”

Salah satu faktor yang mungkin membuat Salah sangat bernafsu untuk mencetak gol sebanyak mungkin lawan Brighton adalah ketiadaan Mane sebagai mesin gol Liverpool lainnya.

Klopp memang sengaja menyimpan striker asal Senegal itu lantarannya jadwal padat yang harus dijalani The Reds pasca karantina wabah virus Corona. Sebagai gantinya, pelatih asal Jerman ini memasang Alex Oxlade-Chamberlain dalam starting eleven lawan Brighton.

Dan, Klopp mengisyaratkan bakal melakukan hal yang sama terhadap Salah dalam pertandingan berikutnya demi mencegah pemain itu mengalami keletihan.

“Masalahnya adalah kami harus bermain setiap tiga hari dengan hanya ada waktu dua hari antara satu pertandingan dan pertandingan lainnya,” ujar Klopp.

“Ini tidak bagus, tapi sama dengan yang dialami tim-tim lainnya saat ini. Ini laga keempat kami dalam sembilan atau 10 hari.

“Para pemain selalu siap, tapi kita harus menunggu mereka beraksi di lapangan untuk melihat kesiapan mereka.”

R
Penulis
Rijal Al Furqon