news
LIGA 1
Luis Edmundo Sempat Kesulitan di Indonesia Sebelum Menjadi Legenda Persita
09 July 2020 11:35 WIB
berita
Luis Edmundo (tengah) saat masih berseragam Persita Tangerang - Dok. Luis Edmundo (Instagram)
TANGERANG -- Legenda hidup Persita Tangerang, Luis Edmundo Duran, membeberkan kisah awal saat menjajaki karier di Indonesia.

Luis Edmundo adalah bek tengah yang menjadi tembok kokoh di pertahanan sekaligus kapten Persita Tangerang pada era 2009 hingga 2014.




Baca Juga :
- Borneo FC Jaga Tradisi sebagai Klub Pemasok Kiper-kiper Berkualitas
- Warjok Olahraga: Pesan Mendiang B.J Habibie untuk sang Cucu, Rafid Habibie


Namun sebelum bisa melejit namanya, pemain asal Cile ini sempat mengalami kesulitan untuk bisa bermain maksimal di Indonesia.

Kisah perjuangannya itu dibagikan Luis Edmundo saat menjadi tamu dalam program podcast Persita, beberapa waktu lalu.


Baca Juga :
- Gelandang Persib Bandung Ini Jenius dalam Memodifikasi Program Latihan Mandiri
- Video Call Terakhir Dino Sefriyanto dengan Almarhum Satia Bagdja Ijatna


"Main di Indonesia bukan hal mudah. Perbedaan cuaca yang lebih panas dan soal makanan membuat saya sulit beradaptasi," kata Luis Edmundo.

"Setelah tiga bulan berada di Indonesia, saya baru bisa maksimal, dan semua berjalan dengan baik," ia menambahkan.

Luis Edmundo juga menjelaskan kedatangannya ke Indonesia karena penasaran untuk merumput di luar negeri.

Lelaki yang identik dengan kepala pelontosnya saat bermain ini mengawali karier sejak 1997 dan bertahan di negaranya hingga 2006.

Setelah memikirkan tawaran dan bernego selama dua hingga tiga bulan, ia akhirnya menerima tantangan ke Indonesia.

"Awalnya ke Persekapas Pasuruan. Tapi saat kami TC (pemusatan latihan) di Malang, ada Mitra Kukar yang tertarik," kata Luis Edmundo.

"Saat TC ada pertandingan dan Mitra Kukar melihat. Mereka memanggil saya dan cocok. Akhirnya saya bermain untuk mereka," ia melanjutkan.

Adapun sejak meninggalkan Persita pada 2014, Luis Edmundo langsung gantung sepatu dan mengambil lisensi pelatih di negaranya.

Pada tahun ini akhirnya ia kembali meninggalkan Cile untuk ke Indonesia, yang kali ini datang untuk melatih tim Persita U-20.*

T
Penulis
Taufani Rahmanda