news
UMUM
Luar Biasa! Boyolali Segera Miliki Lapangan Rumput Hybrid Mirip dengan Santiago Bernabeu
05 July 2020 10:00 WIB
berita
Lapangan keren di Lestarindo Soccerfield Training Camp di Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali saat difoto Sabtu (4/7/2020). Topskor.id/Sri Nugroho
BOYOLALI -- Jakarta International Stadium (JIS) yang saat ini tengah terus dikebut pembangunannya akan menggunakan rumput hybrid untuk tiga lapangannya. Dua lapangan latihan dan satu lapangan stadion. Tak kalah dengan JIS, ternyata Boyolali juga segera memiliki lapangan dengan rumput hybrid.

Kehadiran lapangan latihan dengan rumput hybrid di Boyolali ini tentunya akan makin melengkapi beberapa lapangan latihan sepak bola keren yang sudah ada.




Baca Juga :
- "Menantu Sempurna." Iker Casillas Satu dari Sedikit Legenda Real Madrid yang Disukai Suporter Barcelona
- Menanti Pemerintah 'Menyulap' Tiga Lapangan 'Kampung' di Solo Jadi Berstandar FIFA untuk Piala Dunia U-20


Direktur PT Harapan Jaya Lestarindo (Lestarindo Soccerfield), Marwoto mengatakan, kehadiran lapangan dengan rumput hybrid di Boyolali ini adalah yang kedua di Indonesia setelah rumput yang sama diterapkan di JIS yang punya kapasitas 82.000 penonton itu.

Lapangan dengan rumput hybrid ini akan dibangun tepat disamping lapangan di Lestarindo Soccerfield Training Camp di Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali yang baru dibuka pada Sabtu (4/7/2020) kemarin. Sebagai informasi, rumput jenis ini sudah dipakai di beberapa stadion di Eropa macam kandang Real Madrid, Santiago Bernabeu.


Baca Juga :
- Temui Bupati Bantul, Manajemen Bali United, Persija dan PSM Ungkap Alasan Pilih Stadion Sultan Agung
- Persija, Bali United, dan PSM Sowan ke Bupati Bantul Sebelum Gunakan Stadion Sultan Agung


Sejumlah karakter tersendiri disebutkan oleh Marwoto terkait rumput hybrd ini. “Rumput hybrid adalah perpaduan antara rumput sintetis dengan rumput natural. Perpaduannya untuk lapangan nanti adalah 95 persen rumput natural dan lima persen rumput sintetis,” kata Marwoto saat ditemui Topskor.id, Sabtu (4/7/2020).

Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh rumput hybrid antara lain rumput yang tidak mudah rusak. Juga jam total pemakaian jauh lebih besar. “Kalau rumput natural, normalnya pemakaian agar tidak rusak adalah sekitar 300 jam per tahun. Tapi kalau rumput hybrid ini bisa 1000 jam per tahun,” ucap Marwoto lagi.

Dia mengibaratkan jika lapangan digunakan maksimal tiap sore juga tidak akan merusak rumput hybrid ini. “Hanya saja memang harganya hampir tujuh kali lipat dibanding rumput natural,” kata dia menambahkan.

Kelebihan lainnya rumput hybrid ini adalag visual yang nampak lebih mengkilap. Ini akan mempermudah proses pembuatan pola rumput. “Jadi nanti tidak terlihat lagi ada ada lapangan yang bolong-bolong khususnya di depan gawang. Juga saat pemain melakukan selebrasi berseluncur akan lebih nikmat,” ucap Marwoto menambahkan.*03

news
Penulis
Sri Nugroho
Penulis adalah penggila sepak bola nasional dan seorang Milanisti. Fotografi dan dunia olahraga menjadi teman keseharian. Penulis juga pecinta kucing dan ikan koi.