news
LIGA 2
Robby Darwis Siap Gotong PSKC Sekalipun Tanpa Trio Mantan Persib
04 July 2020 12:30 WIB
berita
Tim PSKC Cimahi berdoa bersama/Foto Instagram PSKC
TIGA bulan ke depan, jika rekomendasi ketua gugus tugas covid-19 turun, kompetisi Liga 2 bakal berputar dengan format pembagian wilayah.

Arsitek PSKC Cimahi Robby Darwis sudah pasang kuda-kuda. Awal Agustus mereka akan mengawali latihan perdana.




Baca Juga :
- Pelatih PSCS Cilacap Sebut Timnya Tak Tambah Pemain di Liga 2 2020
- PSSI Tegaskan Jadwal Piala Asia U-19 dan U-16 Tidak Berubah


Dia akan berkonsentrasi penuh mengasah anak asuhnya agar siap mental dan teknik menyongsong hajatan kompetisi kasta kedua.

"Tugas saya melatih semua pemain yang terdaftar di tim. Siapapun mereka, tidak ada yang saya istimewakan," kata Robby. 


Baca Juga :
- Ketua Umum PSSI: Pelatih Timnas Akan Ubah Program Latihan Terkait Mundurnya Kualifikasi Piala Dunia
- Semen Padang FC  Menilai  Liga 2 Tanpa Degradasi Akan Menyeramkan


Legenda Persib itu tidak mau dipusingkan dengan masalah yang membelit tiga pemainnya Atep, Tantan, dan Siswanto.

Ketiganya bersilang pendapat dengan manajemen tim soal gaji yang belum diterimanya. Kasus itu hingga kini belum terselesaikan.

"Harapannya dalam rapat internal tim, sebelum memulai latihan perdan, persoalan tiga pemain tersebut terselesaikan," Robby menuturkan.

"Tidak ada lagi masalah yang mengganjal. Dan persiapan tim makin mulus, tampa ada lagi masalah internal," Robby menambahkan.

Pria kelahiran Lembang, 30 Oktober 1964 itu menerima informasi dari manajemen tim bahwa trio eks Persib sudah mengundurkan diri.

"Tapi itu sebatas percakapan manajemen dengan Siswanto lewat pesan WhatsApp. Belum ada surat resmi," cerita Robby pada TopSkor.id, Sabtu (4/7/2020).

Legenda Persib Bandung butuh kepastian karena menyangkut target tim ke depan. Apakah untuk melangkah lebih jauh atau mematangkan pemain muda.

"Kalau targetnya untuk matangkan pemain muda dan akhirnya harus tanpa Atep, Tantan, dan Siswanto, tidak masalah," ungkap mantan kapten Persib era 1990-an.

Tanpa diperkuat pemain berpengalaman, dia tidak takut kalah bersaing dengan rivalnya. Robby optimistis PSKC tetap kompetitif.

"Orkestra sepak bola memang dipengaruhi oleh figur sentralnya. Mereka bisa mewarnai dan menjadi pembeda permainan timnya," aku pemilik 53 caps timnas Indonesia itu.

"Tapi itu bukan segala-galanya. Kolektivitas permainan punya pengaruh besar juga. Itu modal PSKC bersaing denga rival," Robby memungkasi.*04

news
Penulis
Dani Wihara
tukang tulas tulis persib bandung