news
UMUM
Menpora Zainudin Amali: Generasi Milenial Harus Mengembangkan Olahraga Tradisional
02 July 2020 19:26 WIB
berita
Menpora Zainudin Amali menginstruksikan agar olahraga tradisional ada dan semakin berkembang di masyarakat -Topskor.id/Dok. Kemenpora
JAKARTA – Menpora Zainudin Amali berharap pengelola olahraga tradisional baik di pemerintahan atau kelompok masyarakat terus mengembangkan jenis olahraga tersebut.

Olahraga tradisional adalah warisan budaya bangsa dan sudah seharusnya berkembang di semua masyarakat, khususnya di kalangan anak muda milenial.




Baca Juga :
- Borneo FC Jaga Tradisi sebagai Klub Pemasok Kiper-kiper Berkualitas
- Warjok Olahraga: Pesan Mendiang B.J Habibie untuk sang Cucu, Rafid Habibie


“Tantangan kita adalah bagaimana kita bersama menggerakkan dan meyakinkan masyarakat khususnya kaum milenial untuk mencintai olahraga tradisional kita sendiri,” ujar Menpora saat membuka Webinar Pelatihan Pemuda Penggerak Olahraga Tradisional di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7).

Zainudin Amali mencontohkan beberapa negara yang memiliki cabang olahraga tradisional telah mempertandingkan olahraga tersebut ke level regional dan internasional.


Baca Juga :
- Gelandang Persib Bandung Ini Jenius dalam Memodifikasi Program Latihan Mandiri
- Video Call Terakhir Dino Sefriyanto dengan Almarhum Satia Bagdja Ijatna


“Olahraga tradisional yang menjadi milik dan warisan kita harus bisa dikembangkan terus menerus dan yang terpenting bagaimana generasi muda kita mencintai dan menyukainya,” kata Zainudin Amali.

Tanpa pengetahuan dan rasa cinta terhadap olahraga tradisional, akan mengancam eksistensinya. “Jangan sampai olahraga tradisional kita tinggal kenangan," kata Zainudin Amali lagi pada pada Webinar yang mengangkat tema Olahraga Tradisional untuk Smart Millenial itu.

Menpora Zainudin Amali juga telah berpesan khususnya kepada para Duta Besar yang berkunjung ke Kemenpora untuk memasyarakatkan, mengkampanyekan dan mempromosikan olahraga tradisional khususnya Pencak Silat di berbagai negara.

“Target kita adalah cabang ini dapat dipertandingkan di Asian Games hingga Olimpiade saat kita mengikuti bidding tuan rumah Olimpiade 2032 mendatang," kata Menpora.

“Saya berharap melalui Webinar ini akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi penting yang bisa ditindaklanjuti karena menjadi tanggung jawab kita semua untuk mengembangkan olahraga tradisional agar tidak hilang,” katanya lagi.

Kepala Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) Tri Winarno menyampaikan tujuan kegiatan Webinar ini yakni meningkatkan kemampuan pemuda untuk menjadi penggerak olahraga tradisional.

Para pemuda tersebut dapat mengajak anak didiknya dan masyarakat umum untuk berolahraga melalui olahraga tradisional dan menjadikan olahraga ini sebagai aset budaya bangsa yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan.

"Output yang diharapkan yakni menciptakan pemuda penggerak olahraga tradisional yang merupakan bagian dari permainan tradisional asli rakyat Indonesia yang harus harus dijaga sebagai aset budaya bangsa,” kata Tri Winarno.

Sedangkan outcome-nya, menurut Tri Winarno, yakni meningkatnya presentasi penggerak dan pelaku olahraga tradisional sehingga dapat membudayakan olahraga tradisional secara nasional dan massif.

Webinar ini diikuti 400 peserta yang terdiri dari unsur pemuda, lembaga organisasi olahraga dan pemerintah.

Turut hadir dalam kegiatan Webinar ini Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang juga Dewan Pembina FORMI Hetifah Sjaifudian, Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Zaini Alif, Wakil Ketua KPOTI Pusat Ayi Rahmat dan Asdep Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Aris Subiyono.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat