news
LIGA SPANYOL
Selebgram Top Spanyol Ungkap Pesta Pribadi Bintang-Bintang La Liga yang Sarat Wanita Cantik dan Alkohol
01 July 2020 00:06 WIB
berita
Amor Romeira - TopSkor/Istimewa
BINTANG sepak bola dunia tidak hanya akrab dengan aksi di lapangan hijau, tapi juga identik dengan pesta yang biasa melibatkan alkohol dan wanita-wanita cantik.

Seorang selebgram top Spanyol, Amor Romeira, membeberkan apa saja yang terjadi di balik pesta-pesta yang biasa digelar oleh para pemain di La Liga.




Baca Juga :
- La Liga Siap Digelar Kembali 11 Juni dengan Jadwal Pertandingan 32 Hari Berturut-turut
- Mantan Wasit Tenar La Liga: 90% Wasit Pendukung Madrid, Hanya 10% Barcelona


Semua itu diungkapkan wanita 31 tahun yang juga berprofesi sebagai model dan penyanyi tersebut dalam wawancara dengan Maria Patino dalam program Socialite di stasiun televisi Telecinco

“Setiap kali seorang pemain sepak bola top ingin berpesta, dia menyelenggarakannya secara tertutup di dalam sebuah rumah dan mereka mengundang wanita-wanita cantik seperti aktris, model, selebritas televisi, influencer Instagram.


Baca Juga :
- La Liga Ucapkan Selamat kepada Negara-negara Eropa yang Memutuskan untuk Melanjutkan Liga Domestik Musim Ini
- Presiden La Liga Sebut Pergi ke Apotek Jauh Lebih Berbahaya daripada Latihan di Lapangan


“Para pesepakbola ini tidak mau publik mengetahui pesta yang mereka gelar. Jadi, mereka biasa mengutus sejumlah orang untuk menemukan wanita-wanita yang bisa diajak berpesta di rumahnya.”

Romeira yang pernah jadi peserta reality show Big Brother edisi Spanyol, mengaku sering mendapatkan undangan untuk hadir di pesta yang digelar bintang-bintang La Liga, tapi dia tidak pernah memenuhi undangan itu.

Padahal, dia ditawari bayaran yang cukup menggiurkan jika mau hadir dalam pesta mereka. Iming-iming uang seperti itu memang bisa dipakai agar wanita-wanita yang diundang bersedia untuk hadir.

“Para wanita yang mau memenuhi undangan tersebut bisa mendapatkan uang antara 800 dan 900 euro (Rp14 dan 16 juta),” katanya. 

“Uang sebesar itu sangat sulit didapatkan oleh kebanyakan wanita tersebut dalam satu hari. Jadi, mereka biasanya langsung tergiur.”

Bayaran yang ditawarkan tersebut bervariasi angkanya sesuai dengan lamanya dia menemani sang pemain dalam pesta atau apa saja yang bersedia dilakukan oleh perempuan yang bersangkutan.

Faktor-faktor itu pula yang membuat privasi pesta menjadi sangat penting. Karenanya, para wanita yang diundang tersebut diinta untuk tidak meninggalkan telepon genggam dan alat komunikasi atau alat dokumentasi lainnya di pintu masuk.

“Barang-barang tersebut baru akan dikembalikan saat kita pulang,” kata Romeira lagi.

R
Penulis
Rijal Al Furqon