news
LIGA 1
Persija Masih Menggaji Pemain di Bawah Standar Persentase dalam SK PSSI Terbaru, Ini Alasannya
30 June 2020 22:39 WIB
berita
Direktur Olahraga Persija Jakarta, Ferry Paulus - Foto : Dokumentasi Ferry Paulus
JAKARTA – Persija Jakarta sejauh ini belum menerapkan standar gaji pemain yang mencapai 50-60 persen dari nilai kontrak, sesuai SK PSSI terbaru.

Manajemen klub berjulukan Macan Kemayoran itu masih memberikan gaji kepada para pemainnya di bawah persentase yang sudah ditetapkan PSSI.




Baca Juga :
- Liga 1 Lanjut 1 Oktober, PT LIB Intens Komunikasi dengan Lima Tim
- Tepat Satu Tahun Berlalu Peristiwa Patah Kaki, Deden Natshir Mulai Berlatih dengan Bola


Direktur Olahraga Persija Jakarta Ferry Paulus mengatakan bahwa klub hanya akan membayar gaji pemain sebesar 25 persen untuk periode Juli hingga Agustus 2020.

 “Kalau mencermati SK PSSI yang terakhir, berarti gajinya tetap ikut SK terdahulu, yakni (pembayaran) gaji maksimal 25 persen,” kata Ferry dikutip dari Antara, Selasa (30/6/2020).


Baca Juga :
- GBK Arena Dipilih Jadi Kantor Sektretariat INAFOC
- Waketum PSSI Iwan Budianto Ditunjuk Jadi Wakil Ketua INAFOC


Surat Keputusan yang dimaksud adalah SK PSSI nomor SKEP/48/III/2020 yang mengatur kebijakan pembayaran yang harus dibayarkan klub kepada pemain selama jeda kompetisi Liga 1.

Dalam surat tersebut disebutkan, klub perlu membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial maksimal 25 persen dari nilai kontrak.

Sementara, PSSI sudah mengeluarkan kebijakan baru dalam SKEP/53/VI/2020 yang menetapkan bahwa pembayaran gaji pemain sebesar 50-60 persen. Namun dalam surat tersebut tidak dijelaskan mengenai gaji untuk Juli-Agustus.

Ferry mengklaim gaji pemain yang dibayarkan sudah sesuai dengan SK. Gaji 25 persen itu akan dibayarkan setidaknya hingga Oktober sampai ada kejelasan soal kelanjutan liga.

Apabila memang sudah ada SK baru terkait persentase gaji 50-60 persen, ia mengatakan Persija akan patuh dengan keputusan tersebut. “Kami tetap mengikuti SK terbaru itu,” kata dia.

Liga 1 musim 2020 akan dilanjutkan mulai Oktober 2020 dengan semua pertandingan berlangsung di Pulau Jawa. Lanjutan kompetisi ini masih menggunakan format liga satu musim penuh.

LIB, PSSI dan klub sepakat menggelar lanjutan Liga 1 musim 2020 sepenuhnya di Pulau Jawa agar seluruh tim tidak memanfaatkan transportasi udara. Hal itu demi efektivitas dan memperkecil kemungkinan penularan Covid-19.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id