news
LIGA INGGRIS
Philippe Coutinho Dipermalukan oleh Komentarnya soal Liverpool 2 Tahun Silam
30 June 2020 21:23 WIB
berita
Liverpool dan Philippe Coutinho - TopSkor/Istimewa
LIVERPOOL – Philippe Coutinho telah membuat banyak fan Liverpool bersedih ketika dia memutuskan pergi dari Anfield pada Januari 2018 untuk bergabung dengan klub impiannya Barcelona.

Pada saat kepergiannya, The Reds tengah berada di posisi yang kurang menjanjikan di Liga Primer dengan hanya menempati peringkat keempat klasemen sementara meski mereka telah lolos ke babak 16 besar Liga Champions.




Baca Juga :
- Kenapa Anda Tak Bisa Meramalkan Wabah Corona? Samuel Eto'o Sindir Pastor yang Meramalkan Dia Akan Tewas Secara Tragis
- INFOGRAFIS: Begini Distribusi Gol Luis Suarez


Wajar jika kemudian Coutinho berkilah bahwa kepergiannya dari Anfield didasari oleh ambisi memenangi gelar bergengsi yang dia yakini bakal terpenuhi di Barcelona.

Alasan yang dipakai pemain asal Brasil itu sagat bisa diterima mengingat dia belum pernah meraih satupun gelar sejak memperkuat Liverpool pada 2012.


Baca Juga :
- Tanpa Gol-Gol Ramos, Madrid Tidak Akan Memimpin Klasemen seperti Saat Ini
- Liverpool Mungkin Merekrut Kembali Coutinho Jika Dia Minta Maaf Atas Kepindahannya ke Barcelona


“Semua orang tahu bahwa saya selalu ingin bergabung dengan Barcelona. Keinginan itu tidak bisa diwujudkan pada musim panas. Tapi, kami mengupayakan agar transfer itu bisa dilakukan pada musim dingin,” kata Coutinho dalam program Fora De Joc di stasiun televisi 8tv pada Februari 2018.

“Saya sangat ingin memenangi gelar penting, itu salah satu alasan yang membuat saya menanda tangani kontrak dengan klub ini (Barcelona). Saya ingin memenangi gelar sebanyak mungkin.”

Kini, dua tahun kemudian, pernyataan tersebut membuat Coutinho terlihat seperti orang yang bodoh. Bahkan bukan tidak mungkin dia merasa malu karena telah melontarkan pernyataan seperti itu.

Coutinho memang langsung memenangi empat gelar dalam satu setengah musim pertamanya di Camp Nou yang terdiri dari dua gelar La Liga, satu Piala Raja, dan satu Piala Super Spanyol.

Pemain 28 tahun ini juga mencicipi gelar Bundesliga saat menjalani kiprah sebagai pinjaman bersama Bayern Muenchen musim ini.

Tapi, Liverpool juga membuktikan bahwa Coutinho akan bisa memenuhi ambisinya, bahkan meraih sukses lebih besar lagi kalua saja dia bertahan di Anfield.

The Reds memenangi sejumlah gelar yang jauh lebih bergengsi sejak ditinggalkan Coutinho yaitu Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Klub, dan Liga Primer.

Coutinho boleh dibilang hanya pemain figuran dalam sukses yang diraihnya bersama Barcelona dan Muenchen. Situasi itu sangat kontras dengan yang pernah dialaminya bersama Liverpool di mana dia menjadi salah satu pemeran utama dalam skuat Juergen Klopp.

Coutinho bahkan mendapatkan “karma” saat dia dan Barcelona disingkirkan Liverpool pada semfinal Liga Champions musim lalu.

Kepergian dari Liverpool tidak hanya membuat Coutinho kehilangan kesempatan meraih gelar bergengsi seperti di Inggris dan Eropa, tapi juga meruntuhkan reputasi individunya. Padahal, salah satu alasannya pindah ke Barcelona adalah untuk mengibarkan reputasinya.

Saat ditanya terkait peluangnya memenangi Ballon d’Or setelah meresmikan transfernya ke Barcelona, Coutinho menjawab: “Itu sesuatu yang diinginkan semua pemain. Tapi, saya lebih memikirkan untuk memenangi trofi (bersama Barcelona).

“Penghargaan lain adalah konsekuensi dari semua itu, jika kita menjalani musim yang bagus dan memenangi gelar. Tapi, yang memotivasi saya saat ini adalah memenangi gelar bersama Barca.”

Ironisnya, peluanga Coutinho memenangi gelar bersama Barcelona boleh dibilang telah berakhir karena klub Katalunya itu berniat melepasnya secara permanen musim panas ini.

Di pihak lain, mantan rekan setimnya di Liverpool seperti Mohamed Salah dan Sadio Mane malah bersinar dan disebut-sebut sebagai kandidat peraih Ballon d’Or berkat sukses memenangi Liga Primer dan Liga Champions.

R
Penulis
Rijal Al Furqon