news
LIGA 1
Jawara Liga Filipina Bangkrut, Jadi Berkah bagi Bali United di Piala AFC
30 June 2020 21:22 WIB
berita
Bek sayap Bali United, Ricky Fajrin (tengah), berusaha menutup tembakan pemain Ceres Negros dalam laga Piala AFC 2020 di Stadion Rizal Memorial pada Rabu, 11 Maret 2020. - Media AFC
DENPASAR - Kabar bangkrutnya jawara Liga Filipina, Ceres Negros, sepertinya bukan sekadar isapan jempol, dan menjadi berkah bagi Bali United.

Belakangan memang menyeruak kabar bahwa Ceres Negros mengalami krisis keuangan yang tidak lain karena dampak dari pandemi virus corona.




Baca Juga :
- Terkait Renegosiasi Kontrak Pemain, Bali United Ikut PSSI
- Bikin Syok, Chat untuk Yabes Roni Nyasar ke Bos Yabes Tanuri


Beredar isu bahwa juara tiga musim terakhir Liga Filipina itu mempersilakan para pemainnya untuk meninggalkan klub dan mencari tempat baru.

Bahkan akun Twitter Filipino Football menyebut Ceres Negros telah menarik diri dari Liga Filipina musim ini, yang tengah terjeda karena pandemi.


Baca Juga :
- Kaki Striker Bali United Ini Sudah Gatal Ingin Kembali Merumput di Liga 1
- Striker Bali United Ilija Spasojevic Siap Jalani Segala Modifikasi Liga 1 2020


Kini kabar terkait bangkrutnya klub berjulukan The Busmen itu seolah tidak terbantahkan lagi usai ada komentar dari salah satu pemainnya.

"Ini (kondisi) bukan yang terbaik untuk klub karena Ceres adalah tim besar di Asia," ucap bek Ceres Negros, Josh Grommen, dikutip dari The World Game.

"Saya tidak tahu apakah tim bisa membayar membayar pemain lagi. Dampak virus sangat buruk di Filipina," bek asal Australia itu menambahkan.

Dengan kondisi bangkrut dan menarik diri dari Liga Filipina 2020, Ceres Negros juga tentu tak akan lagi berpartisipasi pada Piala AFC 2020.

Kondisi itulah yang menjadi berkah bagi salah satu wakil Indonesia, Bali United, sebab kedua tim berada dalam satu grup yang sama yakni Grup G.

Serupa dengan di Liga Filipina 2020, Ceres Negros juga memimpin klasemen pada keikutsertaannya di Piala AFC, lebih tepatnya pada Grup G.

The Busmen berada di puncak dengan raihan tujuh poin dari tiga laga (dua menang dan satu seri). Sedangkan Bali United terdampar di dasar klasemen.

Namun perlu diketahui Serdadu Tridatu, julukan Bali United, mengoleksi tiga poin (satu menang dan dua kalah) serupa tim di atasnya, Svay Rieng.

Dengan menarik dirinya Ceres Negros, Bali United hanya akan bersaing dengan dua tim di Grup G yakni Svay Rieng dan Than Quang Ninh.

Adapun pada pertemuan pertama Serdadu Tridatu harus menyerah 0-4 dari Ceres Negros, tepatnya kala bertandang ke Filipina, 11 Maret 2020.*05

View this post on Instagram

BALI United @baliunited, sang juara bertahan Liga 1 memegang rekor pemuncak klasemen terbanyak dalam kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Dari data yang dihimpun tim Statoskop, tim Serdadu Tridatu, julukan Bali United, mencatat 29 kali (pekan) menjadi pemuncak klasemen. Kesuksesan ini tak lepas karena meraih puncak klasemen terlama dan beruntun sejak pekan ke-13 hingga menjadi juara Liga 1 2019. Tercatat, tim asuhan Stefano Cugurra itu nangkring di puncak klasemen selama 21 pekan. Kesuksesan Anak Pantai diikuti tim Ayam Jantan dari Timur. PSM Makassar mencatat 25 pekan memuncaki klasemen Liga 1. #baliunited #serdadutridatu #psmmakassar #persibbandung #bhayangkarafc #persijajakarta #maduraunited #tirapersikabo #baritoputera #semenpadang #persipura

A post shared by Topskor.ID (@topskor.id) on

T
Penulis
Taufani Rahmanda