news
LIGA 1
SK Sudah Turun Tapi PSIS Masih Bingung Bayar Gaji Juli-Agustus
30 June 2020 21:35 WIB
berita
Skuad PSIS Semarang - Sri Nugroho
JAKARTA - Akhir pekan lalu PSSI mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020. SK tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, pada Sabtu (27/6/2020) dan dirilis secara resmi sehari berikutnya, Minggu (28/6/2020).

SK tersebut memutuskan rencana kompetisi Liga 1, dan Liga 2 yang akan dimulai kembali pada Oktober mendatang, dan menyusul kompetisi Liga 3. Selain itu, juga diputuskan jika kompetisi telah efektif dimulai, maka klub Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan kesepakatan ulang bersama dengan pelatih dan pemain atas perubahan nilai kontrak pada perjanjian kerja yang telah disepakati dan ditandatangani sebelumnya.




Baca Juga :
- Liga 1 Lanjut 1 Oktober, PT LIB Intens Komunikasi dengan Lima Tim
- Tepat Satu Tahun Berlalu Peristiwa Patah Kaki, Deden Natshir Mulai Berlatih dengan Bola


Namun sejumlah klub masih belum memahami betul atau bingung terkait isi SK bernomor SKEP/53/VI/2020, menyangkut perubahan nilai kontrak. Salah satu yang mempertanyakan adalah CEO PSSI Semarang Yoyok Sukawi. Mereka mempertanyakan apabila tim sudah memulai latihan pada Juli atau Agustus, klub masih harus mengacu pada kesepakatan pada SK nomor 48 atau sudah SK nomor 53.

Sementara pada SK dengan nomor 53 disebutkan bahwa perubahan nilai kontrak baru efektif berlaku satu bulan sebelum kompetisi dimulai, yakni September. "Untuk pembayaran bukan Juli dan Agustus, belum ada arahan dari PSSI. Ini juga menjadi bahan pembahasan kami. Klub banyak yang meminta arahan terkait hal ini," kata Yoyok Sukawi yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.


Baca Juga :
- Memori Persib! Deden Natshir: Teman-teman Menangis, Saya pun Menangis
- Robby Darwis: Persib Punya Semua Syarat Jadi Juara Liga 1 Musim Ini


Pada poin ketiga dalam SK nomor 53, disebutkan, perubahan nilai kontrak untuk Liga 1 kisaran 50 persen dan Liga 2 di kisaran 60 persen dari total nilai kontrak atau sekurang-kurangnya di atas Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku di masing-masing domisili klub.

Ketetapan itu berlaku satu bulan sebelum kompetisi dimulai sampai dengan berakhirnya kompetisi yang dimaksud. Namun dalam poin kedua juga diputuskan, apabila kompetisi tidak dapat dimulai dikarenakan Pandemi Covid-19 belum mereda sebagaimana ketetapan pemerintah, maka klub dapat menerapkan kebijakan sebagaimana dengan Surat Keputusan (SK) PSSI Nomor: SKEP/48/III/2020.

Terkait pembayaran gaji pemain dalam SK tersebut klub diperbolehkan membayarkan kewajiban mereka terhadap pemain dan pelatih maksimal 25 persen. SK tersebut sejatinya sudah kedaluwarsa terhitung sejak SK baru diturunkan.*03

news
Penulis
Furqon Al Fauzi
For me, Everyday it's a Game Day....