news
LIGA 1
APPI minta Poin Nego Ulang Gaji Diperjelas
30 June 2020 21:30 WIB
berita
Media PSSI
JAKARTA - Surat Keputusan (SK) Bernomor SKEP/53/VI/2020 PSSI tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020 dianggap membingungkan. Salah satunya yang menyangkut persentase kesepakatan ulang bersama dengan pelatih dan pemain atas perubahan nilai kontrak pada perjanjian kerja yang telah disepakati dan ditandatangani sebelumnya.

Dalam hal ini, Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) berharap PSSI bisa memperjelas aturan pembayaran gaji kepada pemain, pelatih, dan staf ketika kompetisi dilanjutkan pada Oktober mendatang. Dalam SK tersebut, tertulis klub Liga 1 diperbolehkan melakukan nego ulang gaji dengan kisaran 50 persen.




Baca Juga :
- Liga 1 Lanjut 1 Oktober, PT LIB Intens Komunikasi dengan Lima Tim
- Tepat Satu Tahun Berlalu Peristiwa Patah Kaki, Deden Natshir Mulai Berlatih dengan Bola


Sedangkan klub Liga 2 di kisaran 60 persen dari total nilai kontrak atau sekurang-kurangnya di atas Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku di masing-masing domisili klub. Poin tersebut yang kemudian menjadi pertanyaan APPI dan meminta PSSI untuk memperjelas supaya tidak muncul interpretasi yang berbeda-beda.

“Kisaran itu tidak menjelaskan angka minimal yang harus dibayar klub. Memang sudah ditetapkan sekurang-kurangnya di atas UMR, tetapi angka minimalnya tetap belum dijelaskan,” kata Kuasa Hukum APPI, Mohammad Agus Riza Hufaida.


Baca Juga :
- GBK Arena Dipilih Jadi Kantor Sektretariat INAFOC
- Waketum PSSI Iwan Budianto Ditunjuk Jadi Wakil Ketua INAFOC


Menyangkut hal tersebut, APPI akan mendiskusikannya lebih lanjut. Pasalnya, putusan dalam SK tersebut tidak sesuai dengan permintaan APPI yang mereka utarakan saat pertemuan lewat rapat virtual dengan PSSI beberapa waktu lalu.

"Kalau yang kami minta ada kata-kata minimalnya, supaya ada ruang untuk negosiasi dengan para pemain, yang memang merasa bahwa angka 50 persen itu tidak sesuai dengan apa yang mereka terima, khususnya untuk pemain asing,” kata Riza

“Kami masih akan diskusikan apakah akan menerima 50 persen atau tetap meminta pembayaran penuh sebab kami hanya mengakomodir kebutuhan pemain,” ia menambahkan.

Menurut Riza jika merujuk dari kompetisi di beberapa negara lain, besaran potongan gaji jelas persentasenya. "Cuma kalau dengan posisi masih kisaran itu bunyinya kan agak susah juga. Ini kan juga tidak jelas, artinya apa di atas atau di bawah nilainya," ujar Riza.*03

news
Penulis
Furqon Al Fauzi
For me, Everyday it's a Game Day....