news
LIGA 1
Mukti Ali Raja Punya Penekanan Khusus ke Para Kiper Persita Sebelum Lanjut Liga 1
30 June 2020 20:45 WIB
berita
Kiper Persita Tangerang, Annas Fitranto (kiri) - Ady Sesotya
TANGERANG -- Pelatih kiper Persita Tangerang, Mukti Ali Raja, mempunyai penekanan khusus ke anak asuhnya sebelum Liga 1 2020 dilanjut. Meski Persita meliburkan aktivitas klub seiring dijedanya kompetisi sejak 16 Maret 2020, latihan mandiri tetap ditekankan ke pemain.

Tanpa terkecuali bagi mereka yang berposisi penjaga gawang, yang terus dipantau oleh sang pelatih Mukti Ali Raja, meski dari kejauhan. "Penekanan saya sebagai pelatih kiper ke mereka, saya tidak mau mereka kembali ke tim kondisinya dari 15 persen," kata Mukti.




Baca Juga :
- Saddil Ramdani Main Bola di Kampungnya untuk Jaga Kondisi Fisik
- Cukup Pinjam Seragam, Dian Agus Prasetyo Mengobati Keinginannya menjadi Polisi


"Tetapi, minimal 50 persen siap. Itu supaya tidak terlalu berat mengejar ketertinggalan," kata legenda kiper Indonesia ini menambahkan. Walaupun diberi penekanan khusus sebagai target, Mukti mengeklaim bahwa anak-anak didiknya setuju dengan rencananya tersebut.

Adapun untuk Liga 1 2020, Persita tercatat memiliki tiga penjaga gawang yakni Annas Fitranto, Yogi Triana dan Try Hamdani. "Mereka semua sepakat dan siap menjalani materi saya apapun kendalanya. Ya sudah, kami deal," kata Mukti lagi. "Sambil menunggu agenda tim, mereka jalani program mandiri dari saya dulu di rumah," ujar lelaki berusia 40 tahun itu menambahkan.


Baca Juga :
- Aji Kurniawan, Talenta Muda PSM yang Siap Mengorbit
- Luis Edmundo Sempat Kesulitan di Indonesia Sebelum Menjadi Legenda Persita


Diketahui PSSI telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bernomor SKEP/53/VI/2020 untuk melanjutkan kompetisi pada Oktober 2020. Rupanya sejak muncul wacana Liga 1 bakal dilanjutkan, Mukti sudah "melecut" latihan para kiper Pendekar Cisadane, julukan Persita.

"Setelah ada isu akan dilanjutkan kembali Liga 1, saya benar-benar buat program latihan mandiri di mana programnya saya mix dengan program pelatih fisik," katanya. "Selama seminggu ada 2 sampai 3 kali mereka jalanin program saya. Sisanya mereka ke gym atau latihan yang lain."

Tidak hanya itu, evaluasi juga terus dilakukan demi keberhasilan penekanan yang diinginkan oleh Mukti pada waktunya nanti. "Setelah mereka latihan dan setor videonya, saya biasanya analisa video itu, setelah itu video call ramai-ramai termasuk Try juga," katanya. "Lalu saya evaluasi latihan dan berbicara tentang program selanjutnya."*03

T
Penulis
Taufani Rahmanda