news
UMUM
Tiga Laga Panas di Thailand Tandai Kembalinya ONE Championship
30 June 2020 08:50 WIB
berita
Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang Jitmuangnon akan menghadapi rival lamanya Petchdam Petchyindee
BANGKOK - ONE Championship akan kembali pada 31 Juli nanti. CEO dan Chairman Chatri Sityodtong membeberkan tiga laga utama dalam ajang bertajuk ONE: NO SURRENDER. 

Setelah terpaksa vakum selama hampir 5 bulan akibat pandemi global, promotor seni bela diri terbesar di Asia ini akan menggelar ajang perdananya akhir bulan nanti di Bangkok, Thailand. 




Baca Juga :
- Petarung Rudy Agustian Keranjingan Main PS 5
- Mengenal Perbedaan Martial Arts Self Defense Versus Martial Arts Combat Sport


Ajang tersebut dapat disaksikan gratis lewat ONE Super App. Lewat akun Facebook resminya, Chatri Sityodtong membeberkan tiga laga tersebut dengan dua di antaranya adalah duel perebutan sabuk juara dunia.

Pada laga puncak, Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon akan menghadapi rival lamanya yang juga berasal dari Thailand, Petchdam “The Baby Shark” Petchyindee Academy.


Baca Juga :
- Kota Solo Segera Miliki Sasana Terbesar di Indonesia untuk Martial Arts
- Chatri Sityodtong Beberkan Perbedaan One Championship dengan UFC


Laga tersebut akan menjadi trilogi bagi kedua kompatriot setelah bertemu dua kali dengan skor imbang. Mereka memulai rivalitasnya sejak masih berlaga di atas arena Muay Thai legendaris di Bangkok, Rajadamnern Stadium.

Petchdam – yang menduduki urutan ke-5 dalam divisi flyweight tersebut – awalnya mengalahkan Rodtang lewat keputusan mutlak (unanimous decision) pada Mei 2017. Namun "The Iron Man" membalas kekalahan tersebut dengan cara yang sama pada Februari 2018.

Sejak saat itu, mereka menuju pentas dunia ONE Championship dan berlaga dalam ONE Super Series, sebuah liga yang menggabungkan para striker Muay Thai dan kickboxing dunia. 

Mereka pun sempat merasakan manisnya sabuk emas ONE Championship. 

“The Baby Shark” merupakan peraih gelar Juara Dunia perdana ONE Flyweight Kickboxing pada Mei 2019. Namun kehilangan gelar dalam laga setelahnya. 

Sementara, Rodtang berhasil merengkuh sabuk juaranya setelah mengalahkan Jonathan Haggerty pada Agustus 2019. Sejak saat itu, ia mampu mempertahankan sabuknya hingga kini.

Pertemuan nanti akan membuktikan siapa yang layak menyandang sabuk Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai.

“The Baby Shark” bukan menjadi satu-satunya atlet asal sasana Petchyindee Academy dalam ajang mendatang. Rekan satu gym serta teman baiknya juga akan kembali beraksi. 

Pada Februari lalu, Petchmorakot Petchyindee Academy berhasil mengalahkan Pongsiri PK. Saenchaimuaythaigym lewat putusan mutlak di Jakarta untuk menobatkan namanya sebagai Juara Dunia perdana ONE Featherweight Muay Thai.

Untuk mempertahankan sabuk emas tersebut, kini ia harus mengalahkan legenda Muay Thai “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex dalam laga pendukung utama dari ajang ONE: NO SURRENDER.

Yodsanklai – yang menduduki peringkat ke-5 dalam divisi featherweight – adalah seorang legenda. Ia mengoleksi berbagai sabuk kejuaraan dunia Muay Thai yang juga mengalahkan deretan striker terbaik di dunia seperti John Wayne “The Gunslinger” Parr,  Andy “Souwer Power” Souwer, Enriko “The Hurricane” Kehl, bahkan Juara Dunia dua-disiplin yang ada di ONE Championship saat ini Sam-A Gaiyanghadao.

Laga nanti akan menjadi sebuah pembuktian penting bagi keduanya. Bagi Petchmorakot, kemenangan atas seorang ikon akan memperkokoh namanya. Sebaliknya, Yodsanklai pun tak ingin menyia-nyiakan sebuah kesempatan emas untuk meraih gelar tertinggi dalam kariernya. 

Selain itu, ONE: NO SURRENDER juga akan menampilkan sebuah laga super antara dua kickboxer terbaik yang akan menjalani laga debut mereka di ONE Championship.  “The Killer Kid” Sittichai Sitsongpeenong dijadwalkan untuk bertemu dengan Superbon dalam laga panas tiga ronde. 

Pertama kali mereka saling berhadapan adalah pada Januari 2016. Pada ronde kedua, Sittichai mampu membuktikan julukannya dengan mengalahkan atlet asal Banchamek Gym tersebut lewat sebuah hook kanan keras. Namun delapan bulan kemudian, Superbon berhasil melakukan revans dengan mengalahkan “The Killer Kid” lewat putusan mutlak. 

Empat tahun setelah pertemuan terakhir mereka, para fan kini dapat mengharapkan aksi ciamik serupa dari dua atlet kenamaan asal Thailand ini yang tengah berlomba untuk mempertajam rekor serta menaiki peringkat lebih atas di ONE Championship. 

Komposisi lengkap dari ajang tersebut akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.* 

news
Penulis
Suryansyah