news
LIGA 1
PSSI Keluarkan SK Terbaru, Kompetisi Resmi Dilanjutkan Awal Oktober 2020
29 June 2020 08:30 WIB
berita
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan - Sumargo Pangestu
JAKARTA -- Federasi sepak bola Indonesia, PSSI, secara resmi memutuskan Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 2020 serentak dilanjutkan pada awal Oktober 2020.

PSSI baru saja merilis Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020, Minggu (28/6/2020) malam.




Baca Juga :
- Exco PSSI: Pemerintah Siapkan Anggaran Piala Dunia U-20 Rp 600 Miliar
- INFOGRAFIS: Tiga Timnas Indonesia Raih Treble Winner 1961


"Dengan ini saya nyatakan Surat Keputusan SKEP/53/VI/2020 mulai berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan,” ucap Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

"Kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 akan dimulai Oktober 2020 dengan memperhatikan ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah," ia melanjutkan.


Baca Juga :
- PSSI Angkat Bicara Soal Kabar Liga 3 dan EPA U-20 Dilebur
- Soal Sanksi Bagi Klub yang Menolak Kelanjutan Kompetisi, Begini Sikap PSSI


Sebelumnya pada 27 Maret 2020, PSSI telah mengeluarkan SKEP/48/III/2020 tentang penghentian kompetisi karena keadaan kahar atau force majeure.

Iriawan menyatakan, SK terbaru yang ditandatangani pada 27 Juni 2020 itu diambil dengan melalui berbagai pertimbangan.

"Kita perlu melakukan kampanye lewat sepak bola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi new normal dengan menjalankan protokol kesehatan," katanya.

"Lewat kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik bagi dunia luar," ia menambahkan pada konferensi pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2020) malam.

Lelaki yang akrab disapa Iwan Bule itu melanjutkan, Indonesia punya pengalaman mendapat sanksi dari FIFA dan tidak ada kompetisi yang akibatnya kurang baik terhadap sepak bola nasional.

"Kompetisi yang dilakukan sekarang adalah untuk kepentingan timnas ke depan, agar pemain selalu berkompetisi dan dengan sendirinya pemain tetap terasah kualitasnya," ucap Iriawan.

Selain itu, bergulirnya kembali kompetisi juga dimaksudkan untuk kepentingan timnas Indonesia U-19 yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 2021.

"Saat mereka tidak menjalankan TC (pemusatan latihan), para pemain bisa berkompetisi di klub mereka masing-masing, baik Liga 1 dan Liga 2, karena pada umumnya mereka sudah milik klub," katanya.

Kalaupun berlangsung TC, umumnya pemain dipanggil TC hanya 23 hingga 30 orang. Sedangkan pemain yang tidak terpanggil TC, mereka tetap terasah lewat kompetisi di klub mereka.

Iriawan menggarisbawahi, kewajiban PSSI itu harus memutar kompetisi, sebagaimana diamanatkan dalam kongres.

"Terkait pertanyaan bagaimana regulasi kompetisi saat pandemi covid-19, maka dari itu PSSI mengajak klub, APSSI, APPI berdiskusi buat menentukan format kompetisi dan regulasi kompetisi," katanya.

Iriawan menyatakan, sebagai Ketua Umum PSSI, ia juga mendengar masukan pemerintah, AFC, FIFA dan masukan pihak-pihak lainnya sebelum memutuskannya bersama Exco PSSI.

"Dengan kompetisi, pelatih timnas juga bisa mendapatkan pemain di luar list yang sudah ada, karena kompetisi yang baik bisa melahirkan pemain yang berkualitas," ia memaparkan.

Selain itu, kompetisi akan menggerakkan roda ekonomi seperti pemasukan hotel, transportasi, catering, dan lain-lain.

"Apalagi pemerintah menyarankan kita hidup berdampingan dengan Covid-19 dan produktif dalam kegiatan ekonomi diiringi protokol kesehatan ketat," ia memungkasi.*05

T
Penulis
Taufani Rahmanda