news
LIGA SPANYOL
Pjanic Menguasai Lima Bahasa, Pemain Pintar yang Bakal Mudah Beradaptasi di Barcelona
29 June 2020 06:32 WIB
berita
Miralem Pjanic dapat diturunkna di lini tengah dengan sejumlah kombinasi -Topskor.id/Grafis: Mad Yono
TURIN – Miralem Pjanic akan bergabung ke Barcelona dengan membawa status juara. Jika musim ini Juventus scudetto, itu akan menjadi gelar Seri A keempat gelandang ini bersama si Nyonya besar sejak bergabung pada 2016/17 lalu dari AS Roma.

Dengan demikian pula, menjadi gelar Seri A yang terakhir untuk pemain timnas Bosnia Herzegovina ini karena mulai musim depan, dia akan bermain bersama Lionel Messi dan kawan-kawan.




Baca Juga :
- Cristiano Ronaldo Samai Rekor 60 Tahun di Juventus
- Statistik Menunjukkan Minggu Adalah Hari Keberuntungan Messi bersama Barcelona


Pjanic adalah pemain pintar bukan hanya dari aspek sepak bola melainkan juga kemampuannya berbahasa. Selain bahasa Bosnia, Pjanic fasih dengan empat bahasa lainnya yaitu Luksemburg, Prancis, Inggris, Jerman, dan Italia.

Jadi, hanya bahasa Spanyol yang belum dikuasainya. Meski demikian, kecerdasannya yang membuat dirinya cepat menguasai bahasa Italia yang sudah dipelajarinya ketika masih memperkuat Roma.


Baca Juga :
- Situasi Messi: 5 Tujuan Potensial Jika Tinggalkan Barcelona, Bukan Mustahil Gabung ke Madrid
- Ronaldo Cetak Gol Melengkung dari Tendangan Bebas, Pertama Berkostum Juventus


Jauh sebelumnya, ketika dirinya kali pertama bermain di Lyon, dia pun belajar bahasa Prancis dan menguasainya. Kecerdasannya memang menjadi sisi lain dari sosok pemain 30 tahun ini.

Predikat genius itu pun bukan lagi rahasia dalam performanya di lapangan. Pjanic adalah pemain yang tenang, mampu menciptakan keseimbangan di lini tengah di setiap tim dalam kariernya.

Gelandang yang telah menjalani tes medis di Barcelona ini pun menjadi bagian penting dalam koneksi permainanya bersama Cristiano Ronaldo di Juventus. Total, ada 69 laga Pjanic dan Ronaldo bermain bersama.

Dari jumlah tersebut, persentase kemenangan Juventus dengan keduanya mencapai 65 persen. Dari semua gol Ronaldo untuk Juventus, lima gol di antaranya karena assist Pjanic.

Faktor mantan rekan Ronaldo pula yang membuat Pjanic menjadi sorotan karena kini dia akan bermain justru memberikan dukungan kepada “rival” CR7, Lionel Messi.

Dalam kariernya sebagai pemain, Pjanic sendiri sudah tujuh kali menghadapi La Pulga, termasuk ketika dirinya di Lyon, Roma, dan juga timnas Bosnia. Namun, dari duel tersebut, hanya sekali Pjanic meraih kemenangan.

Tepatnya ketika membawa Juventus mengalahkan Barcelona 3-0 dalam laga pertama perempat final Liga Champions 2016/17.

Kini, Pjanic memiliki misi untuk memberikan kemudahan bagi Messi. La Pulga yang kini berusia 33 memang berada dalam situasi masa-masa menuju akhir karier atau keemasannya yang boleh jadi hanya tinggal tiga atau empat tahun ke depan.

Tiga Kemungkinan Pola Barcelona dengan Pjanic

Karena faktor itu pula yang membuat Messi tampaknya membutuhkan pemain yang memiliki kemampuan adaptasi yang cepat, pemain yang bisa membuat La Pulga bisa memanfaatkan dengan baik setiap musim dari kariernya.

Jika ada pemain yang memiliki status selalu bermain secara regular dan kemampuan yang stabil dari fungsinnya, karakteristik itu memang ada di Pjanic.

Dalam 10 musim terakhir (tidak termasuk musim ini yang sudah berjalan) yaitu antara 2008-hingga 2019, Pjanic telah bermain dalam 417 pertandingan. Atau rata-rata 41,7 laga tampil per musim. Itu merupakan angka yang spektakuler tentunya.

Sebagai gelandang, Pjanic telah mencetak 65 gol dan memberikan 95 assist dalam kariernya. Di sisi lain, dia memiliki kemampuan teknik yang sangat baik dalam mengekskusi bola tendangan bebas.

Pjanic memiliki teknik yang bagus dan kualitas taktik yang disukai banyak pelatih. Dia datang untuk membuat lini tengah Barcelona semakin kuat. Apalagi, karier Sergio Busquets, Ivan Rakitic, dan Arturo Vidal, juga masuk dalam fase final di Barcelona.

Perubahan Lini Tengah

Dengan kepergian Arthur ke Juventus, Pjanic bersama pemain muda Riqui Puig (20 tahun) akan menjadi formula yang bagus antara pemain senior dan junior.

Memunculkan pemain muda di tengah memang menjadi kebutuhan bagi Barcelona untuk masa depan. Bersama Frenkie De Jong, ketiganya bisa membuat formasi yang baik. Memadukan tiga generasi: Pjanic, De Jong, dan Puig, ide yang mungkin akan terlihat di Barca pada 2020/21.

Transformasi peran Pjanic dalam kariernya pun kini sudah berada di posisi sedikit kebelakang, atau sebagai gelandang jangkar. Situasi tersebut dapat dilihat dari statistiknya. Dari 12 gol dan 11 assist dalam 41 laga pada 2015/16, Pjanic hanya mencetak empat gol dan memberikan tujuh assist pada musim lalu.

Barcelona optimistis, meski usia Pjanic sudah 30 tahun, namun mereka melihat pemain ini memiliki motivasi yang tinggi untuk membuat fase kariernya ini menjadi lebih berarti.

Ambisi yang sangat sesuai dengan keinginan sang kapten, Messi yang membutuhkan pemain dengan rapor selalu siap untuk bermain. Dan, Pjanic, dalam 10 tahun kariernya, dia hanya absen dalam 19 laga karena cedera.

Siapa pun pelatih Barcelona musim depan, dia akan memiliki lini tengah yang cukup. Bahkan termasuk dengan pilhan menurunkan trio senior yaitu Pjanic, Sergio Busquets, dan Arturo Vidal.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat