news
TOP FEATURE FOOTBALL
Sepi Pembeli, Pedagang Sekitar Stadion Gelora 10 Nopember Terbantu dengan Aksi Sosial Bonekmania
27 June 2020 20:45 WIB
berita
Bonekmania dalam aksi sosial di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Sabtu (27/06/2020) / Foto : Topskor / M Bahrul Marzuki
SURABAYA – Masih tingginya kasus Covid-19 berdampak pada pedagang di sekitar Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya. Dagangan yang mereka jual masih sepi.

Apalagi dengan tidak adanya aktivitas sepak bola, membuat penjual kostum tim sepak bola seperti gigit jari.




Baca Juga :
- Pengakuan Mengejutkan Rizky Ridho: Dulu Bonek, Kini Jadi Pemain Utama Persebaya
- Legenda Niac Mitra Hanafing Ungkap Awal Karier Mat Halil, Jadi Striker Tapi Susah Cetak Gol


Sebab, penjualan tidak semarak atau senormal ketika ada kompetisi sepak bola. Ketika itu, antusiasme dari pembeli begitu tinggi.

Musrifah, salah satu penjual baju dan atribut identitas Persebaya Surabaya dan Bonekmania, mengeluhkan soal sepinya penjualan saat ini. Meskipun, PSBB sudah tidak lagi berlaku dan segera memasuki masa new normal.


Baca Juga :
- Samudra yang Membantu Menjaga Mesin Tim Persebaya Tetap Panas
- Warjok Olahraga: Persebaya Selalu di Hati Fernando Soler


Namun demikian, Musrifah tetap memilih berjualan karena tidak ada usaha lain lagi, dengan risiko tidak seberapa laku tentunya.

“Ya meski tidak ada pertandingan sepak bola saya tetap jualan. Meskipun lakunya hanya satu bahkan sering tidak lakunya,” kata Bu Musrifah sapaan akrabnya, kepada Topskor.id, Sabtu (27/6/2020).

Mengetahui banyaknya pedagang yang mengeluh akibat dampak pandemi Covid-19 ini membuat suporter Bonekmania tidak tinggal diam.

Menggandeng lembaga LazizNU Jatim, Bonekmania melakukan kegiatan bakti sosial pembagian sembako kepada puluhan pedagang di stadion legendaris yang pernah jadi kandang Persebaya itu.

Iqbal Gilang Perkasa, Koordinator Bonek Persebaya Tribun Selatan mengatakan, kegiatan sosial seperti ini harus disambut baik.

Semua anggota bonek juga bergerak untuk saling bahu membahu di tengah pandemi seperti ini.

“Kami berterima kasih telah diikutsertakan dalam gerakan sosial seperti ini,” ujar Iqbal setelah membagikan paket sembako.

Selain itu, Iqbal mengapresiasi Gerakan NU Care LazisNU Jawa Timur yang terus bergerak membantu masyarakat di saat susah seperti ini.

“Meski pemerintah telah menerapkan new normal, masyarakat yang sumber kehidupannya dari jualan atribut sepak bola ini sepi pembeli, dan ada juga yang belum bisa berjualan,” ujarnya.

Tidak hanya pedagang yang biasanya stanby di area stadion yang diberikan sembako, tapi tukang becak yang biasa mangkal di sekitar Stadion 10 Nopember Surabaya juga turut diberi bantuan.

“Terima kasih bantuannya, kami masih ada yang memperhatikan. Kami ini rakyat kecil yang sehari-harinya hanya mengayuh becak dan sehari kadang hanya dapat Rp 20 ribu,” begitulah curhat Pak Idi, salah satu tukang becak, setelah diberi sembako.

Terpisah, Ketua NU Care LazizNU Jatim A. Afif Amrullah menambahkan, bantuan sembako ini untuk meringankan beban pedangang dalam masa pandemi seperti ini.

Meskipun sudah masuk tatanan normal baru, tetap saja mereka belum bisa berjualan, karena pertandingan sepak bola belum dimulai.

“Kami mendistribusikan 50 paket sembako,” kata pria yang juga dosen Universitas Sunan Giri Surabaya ini.*M Bahrul Marzuki/05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id