news
UMUM
Mario Wuysang dan Arki Dikania Wisnu, Bukti Kualitas Jebolan Basket AS
15 June 2020 07:50 WIB
berita
Legenda basket Indonesia Mario Wuysang (kiri) saat beraksi membela CLS Knights dalam sebuah pertandingan IBL/ Foto Twitter Mario Wuysang
Mario Wuysang dan Arki Dikania Wisnu, dua nama pebasket yang sudah melegenda di Indonesia.

Bahkan, mereka mampu menunjukkan kualitasnya saat melakoni musim debut dalam kompetisi basket paling bergengsi di Tanah Air.




Baca Juga :
- Enam Petinju Pelatnas Dipersiapkan Rebut Tiket Olimpiade di Kejuaraan Dunia 2021
- PON Papua Hanya di Papua, Provinsi Lain Jangan Lakukan Manuver


Untuk Mario Wuysang, sosok yang dijuluki "Uncle Roe", langsung menjadi tulang punggung Aspac Jakarta pada Indonesian Basketball League (IBL) 2003.

Hasilnya, ketika itu, klub yang kini bernama Stapac tersebut keluar sebagai juara. Selama kariernya, Mario Wuysang tak hanya membela satu klub.


Baca Juga :
- Kemenpora Dapat Predikat WTP dari BPK RI
- Legenda NBA Michael Jordan Terjun ke Dunia Balap


Ia malang melintang di beberapa tim lain. Sebut saja Garuda Bandung, Satria Muda Jakarta, Indonesia Warriors, dan CLS Knights Surabaya. 

Bersama Indonesia Warriors, Mario Wuysang sukses meraih gelar ASEAN Basketball League (ABL) 2012.

Sedangkan saat membela CLS, ia membawa klub meraih titel IBL 2016. Ini merupakan titel pertama CLS sepanjang sejarah.

Selain itu, kesuksesan CLS menjuarai IBL 2016 sekaligus mengakhiri duopoli Satria Muda dan Aspac di kompetisi basket Indonesia.

Sejak Kobatama 1999 hingga NBL Indonesia 2014-2015, hanya dua klub ini yang mampu juara.

Wuysang sendiri masih membela CLS ketika klub tersebut pindah ke ABL pada 2017-2018. Namun, hanya berselang semusim, ia hijrah ke klub ABL asal Cina, Zhuhai Wolf Warriors.

Sama dengan Wuysang, Arki Dikania Wisnu juga langsung mencuat pada musim debut di kompetisi basket Indonesia, tepatnya pada NBL 2011-2012.

Waktu itu, ia menyabet penghargaan rookie of the year sekaligus sixthman of the year.

Di musim tersebut, Arki Dikania Wisnu pun langsung mempersembahkan gelar juara untuk Satria Muda.

Klub miliki Grup Mahaka ini menjadi satu-satunya tim Indonesia yang pernah dibela Arki. Total, ia sudah mempersembahkan tiga gelar juara.

Baik Mario Wuysang maupun Arki Dikania Wisnu sama-sama menjadi pilar tim nasional Basket dalam waktu yang lama.

Keduanya pun langsung membela Merah-Putih pada musim-musim awal berlaga di kompetisi basket Indonesia.

Wuysang kali pertama membela Indonesia di SEA Games 2003 Hanoi, sedangkan Arki langsung diberi kepercayaan pada SEABA Cup 2012.

Kesamaan kedua pemain ini adalah mereka besar di Amerika Serikat (AS).

Wuysang yang lahir di Surabaya, tinggal di Negeri Paman Sam sejak kecil. Ia pun sempat membela tim kampus Purdue University Fort Wayne.

Sedangkan Arki Dikania Wisnu memang kelahiran New York. Ia berlaga di Liga Basket Mahasiswa AS (NCAA) bersama Baruch College.

Keduanya membuktikan kalau tinggal lama di AS sangat berguna untuk pemain yang berlaga di kompetisi basket Indonesia.

AS memang negara basket dengan atmosfer dan tingkat persaingan luar biasa saat level  profesional.

Hal ini benar-benar membentuk pemain Indonesia, sehingga mudah bagi mereka bermain di Indonesia.*KRISNA DANESHWARA/04

R
Penulis
Rizki Haerullah