news
TOP GOSSIP
Geng Perampok Asal Cile Mengincar Rumah-rumah Mewah Milik Bintang-bintang Liga Primer
29 May 2020 06:44 WIB
berita
Geng kriminal asal Cile - TopSkor/Istimewa
LONDON – Bintang-bintang Liga Primer Inggris menjadi sasaran kelompok kriminal yang bermarkas di seberang Samudera Atlantik, tepatnya di Cile, dengan jarak sekitar 12 ribu kilometer.

Turis kriminal yang berasal dari Amerika Selatan ini awalnya mengincar rumah-rumah mewah di wilayah kaya di sebelah tenggara Inggris. Dan, mereka kini menyasar permukiman mewah di sebelah utara.




Baca Juga :
- Pelatih MU Didesak Berikan Nasihat kepada Bruno Fernandes Agar Tidak Terlalu Gampang Jatuh di Lapangan
- Raih Gelar Pemain Terbaik Liga Primer Juni 2019, Bruno Fernandes Samai Rekor Cristiano Ronaldo di MU


Gerombolan perampok ini telah beraksi di wilayah Segi Tiga Emas, Wilmslow, Alderley Edge, dan Prestbury di Cheshire yang menjadi tempat tinggi para jutawan sepak bola yang bermain di Manchester United, Liverpool, dan Manchester City.

Setidaknya ada delapan perampokan yang terkait dengan kelompok tersebut yang terjadi di Cheshire. Para perampok ini mendapatkan bantuan dari kaki tangan lokal yang memasok kendaraan dan alamat rumah yang jadi sasaran.


Baca Juga :
- Bermain Bersama Aguero di Man City, Phil Foden Malah Sebut Greenwood Pencetak Gol Terbaik
- Harry Maguire Bilang kepada sang Istri bahwa Dia Berhasil Menipu MU sehingga Klub Itu Mau Membayarnya dengan Harga Mahal


Dalam sejumlah kasus pencurian yang terjadi di wilayah selatan, para pelaku menggunakan bangku-bangku di taman sebagai tangga untuk menerobos masuk melalui jendela-jendela di lantai 1. Pasalnya, mereka sangat mengetahui bahwa sistem alarm hanya beroperasi di lantai dasar.

Begitu berada di dalam rumah, para pencuri ini menguras semua barang-barang berharga seperti jam tangan, perhiasan, tas-tas dan pakaian mewah. Barang-barang ini kemudian mereka masukkan ke dalam kardus untuk dikirim sebagai paket kepada bos-bos negara asal mereka.

Para pencuri ini diperbolehkan untuk menyimpan barang-barang yang harganya tidak terlalu mahal untuk diri mereka sendiri.

Perampokan oleh kelompok kriminal dari Cile ini juga terjadi di sejumlah negara lain seperti Kanada, Spanyol, Swiss, dan Amerika Serikat.

Para penjahat ini diyakini menjadi bagian dari sebuah skandal yang terjadi di Ibu Kota Cile di mana mereka membayar sejumlah oknum polisi setempat untuk menghapus data kriminal mereka. Dengan begitu, para pencuri ini bisa memperoleh visa untuk terbang ke Amerika Utara dan Eropa.

Tiga penjahat asal Cile telah berhasil ditangkap dan terancam hukuman penjara beberapa tahun setelah mengakui terlibat dalam tiga perampokan di Cheshire.

Lima perampokan lainnya yang terjadi di wilayah tersebut juga diyakini ada kaitannya dengan kelompok kriminal dari Cile dan polisi masih memburu para pelakunya.

Sementara itu, tiga tersangka yang masing-masing bernama Nicholas Oviedo (23 tahun), Alexis Oviedo (24), dan Joel Ureta (42) mengaku telah melakukan tiga perampokan dalam lima hari.

Masing-masing tersangka didakwa dengan tiga dakwaan perampokan dan pencurian yang terjadi di Knutsford dan Prestbury antara 11 dan 15 Januari lalu.

Ketiga tersangka tersebut telah mengakui bersalah dan mereka akan menjalani persidangan di Liverpool Crown Court pekan depan.

Di antara sejumlah kasus pencurian sebelumnya yang pernah terjadi di London adalah pembobolan rumah milik chef televisi Marcus Wareing di Wimbledon Oktober lalu dengan kerugian mencapai 33 ribu paun (Rp598 juta).

Perampokan yang terjadi dekat rumah pemain Crystal Palace, Mamadou Sakho, Desember lalu juga diduga dilakukan oleh geng kriminal asal Cile.

Pada 2018, polisi di bandara Heathrow pernah berhasil menggagalkan pengiriman paket dengan tujuan Cile yang penuh dengan perhiasan dan barang-barang mewah lainnya termasuk jam tangan Franck Muller senilai 100 ribu paun (Rp1,8 miliar).

“Kami telah melihat beberapa perampokan yang dilakukan oleh para penjahat dari luar negeri dengan target rumah-rumah mewah di Inggris,” kata Amanda Blakeman, wakil kepala Dewan Kepolisian Nasional.

R
Penulis
Rijal Al Furqon