news
UMUM
Penting! PSSI Harus Melihat Dua Aspek Ini Sebelum Melanjutkan Kompetisi
28 May 2020 09:15 WIB
berita
Gede Widiade dan Gubernur DKI Anies Baswedan beberapa waktu lalu/ Foto M Rizki TopSkor
JAKARTA – Presiden Klub Persiba Balikpapan Gede Widiade mengatakan untuk memutuskan kelanjutan kompetisi Liga Indonesia, PSSI harus melihat dua aspek yaitu finansial dan hukum.

Pertama, dari segi finansial. Mantan Direktur Utama Persija Jakarta ini menilai tidak semua klub dari segi biaya operasional bisa mengandalkan dana bos atau presiden klub.




Baca Juga :
- Pasrah! Geoffrey Castillion Tak Ingin Mundur dari Persib Bandung
- Peraturan PSSI Terkait Gaji Pemain Liga 1 dan Liga 2 Berpotensi Memicu Masalah


“Mungkin satu klub bisa, tapi klub lain bagaimana? PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator juga apakah bisa beri subsidi atau tidak? Lalu, apakah support dari sponsor masih berlangsung normal? Suporter? Lalu, bagaimana kesiapan dari owner?” kata Gede Widade dalam wawancara eksklusifnya dalam program Warjok Olahraga di channel youtube TopSkor.id.

Kalau dari hal-hal tersebut masih bisa berkontribusi, maka menurut Gede, selanjutnya yang harus dilihat yaitu aspek hukum. Mulai izin dari pemerintah pusat hingga daerah.


Baca Juga :
- Luis Edmundo Sempat Kesulitan di Indonesia Sebelum Menjadi Legenda Persita
- Makin Wani! Bonek Gerak Cepat Bantu Atasi Covid-19, Gugus Tugas Menilai Suporter Persebaya Itu Sudah Berubah


“Sebab kompetisi ini satu Indonesia, aturan di Papua tentu beda dengan di Solo. Jadi, riskan memutuskan sesuatu yang belum pasti, lebih baik ambil positifnya dari pada mudaratnya. Sampai betul-betul kondisi bagus agar tidak saling tabrak,” kata Gede.

Sebagai CEO dan Presiden Persiba, Gede Widiade juga mengaku masih bisa menutupi pembayaran gaji pemain selama dua bulan yaitu Maret dan April secara penuh. “Tapi, bagaimana selanjutnya, juga kan cukup sulit,” kata Gede.

Pandemi virus corona atau covid-19 memang telah memengaruhi berbagai sektor industri, termasuk sepak bola. Sponsor yang telah bekerja sama dengan klub sejak awal musim tentu juga kembali berhitung  demi mengamankan keuangan perusahaannya sendiri.

“Apakah sponsor akan balik? Ini bicara kehidupan dan bisnis, tergantung pemerintah. Sebab semua ibarat simalakama. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibuka juga bisa berbahaya untuk nyawa. PSBB tidak dilongarkan bisnis bisa mati,” kata Gede.

“Saya prihatin terhadap keadaan ini memang harus memikirkan pemikiran yang matang tidak bisa gegabah.”

“Saya pikir kalau seluruh masyarakat konsisten, pandemi ini flat, memakai masker, jaga jarak, lalu ekonomi bisnis yang jangka pendek seperti makanan, minuman dan transportasi bisa normal, lalu bisnis yang menengah normal, jangka panjang normal, saya prediksi baru 1-2 tahun Indonesia baru normal (bebas dari virus corona).”

R
Penulis
Rizki Haerullah