news
UMUM
Kisah Pemain Timnas Pelajar U-18 yang Membantu sang Ibu Jualan Nasi Kucing di Solo
27 May 2020 07:17 WIB
berita
Wenvi Adhana berkostum timnas pelajar Indonesia U-18 dan saat mengantar nasi kucing dagangan sang ibu di angkringan di Solo pada Selasa (26/5/2020) malam. Foto : Topskor.id/Sri Nugroho
SOLO - Remaja bertinggi badan 175 cm itu tampak serius menyusun bungkusan demi bungkusan nasi kucing di sebuah angkringan di Kota Solo. Tampak dia begitu bangga mengenakan jersey berwarna merah berlogo garuda di dadanya.

Pemuda ini adalah Wenvi Adhana. Salah satu penggawa timnas pelajar Indonesia U-18 yang pada pada Asian School Footbal Championship U-18 2019 di Balikpapan pada November 2019 lalu finish di peringkat ketiga.




Baca Juga :
- Tira Persikabo jadi Klub Pertama yang Menggelar Latihan Jelang Liga 1 2020 Bergulir
- Muba Babel United Tertarik, Ichsan Kurniawan Menyatakan Baru Sebatas Pendekatan


Wenvi, pelajar kelahiran Solo 24 Februari 2002 yang bulan depan akan segera lulus dari SKO Ragunan. Dan setelah lulus dari bangku SMA nanti, Wenvi punya doa dan harapan tersendiri.

“Saya selalu berdoa setelah lulus SMA nanti, dapat segera memiliki klub untuk memulai karir. Saya ingin menaikkan derajat keluarga dan membahagiakan orangtua lewat sepakbola. Semoga saya dapat mewujudkannya kelak,” ucap Wenvi kepada Topskor,id dengan nada serius pada Selasa (26/5/2020).


Baca Juga :
- Kim Kurniawan Tidak Takut jika Persib Tampil di Tempat Netral
- Jika Tanggal Kickoff Sudah Pasti, Bhayangkara FC Kumpulkan Skuat


Wenvi berasal dari keluarga yang sederhana. Kini, dia segera menjadi tulang punggung keluarganya. Sang ayah sudah meninggal beberapa waktu lalu. Dan kini, dia tinggal bersama sang ibu dan kedua adik perempuannya yang masih kecil-kecil.

Bahkan dari informasi yang didapat Topskor.id, Wenvi dan keluarga sebelumnya sempat berpindah-pindah tempat tinggal. Bermula dari rumah masa kecil Wenvi yang terkena gusur yang kemudian dipindahkan ke rumah susun.

Namun dengan inisiatif kakak dari almarhum sang ayah, Wenvi bersama ibu dan kedua adiknya dibuatkan kamar berdampingan dengan rumah pakdenya itu di kawasan Manahan, Solo.

Selama sekolah di SKO Ragunan, Wenvi punya cukup banyak jam terbang bersama tim sekolahnya hingga timnas pelajar Indonesia. Misalnya saja pada tahun 2017 dia bersama sekolahnya tampil sebagai runner up kejurnas antar PPLP di Riau.

Lalu tahun 2018, ikut berkontribusi di saat timnya meraih medali perunggu di ajang Tahiland Sports School Games. Terakhir, bersama timnas pelajar Indonesia U-18 tepatnya di Asian School Footbal Championship U-18 2019 di Balikpapan pada November 2019 lalu finish di peringkat ketiga.

“Tahun 2017 silam, saya sempat ikut seleksi di timnas Indonesia U-16. Namun belum beruntung untuk dapat masuk dalam skuat,” kata Wenvi lagi. Di tahun 2017 itu pula, dia mengatakan sempat berkompetisi di ajang Liga TopSkor bersama ASIOP U-16.

Dan saat wabah virus corona mulai menyerang Indonesia tepatnya di bulan Maret, Wenvi akhirnya harus kembali ke Solo dan meninggalkan sekolahnya. Dan selama sekitar dua bulan terakhir, jadilah dia ikut membantu aktivitas sang ibu.

“Kalau sehari-hari selain latihan mandiri, saya menjaga warung rokok milik pakde saya. Dan sore hari saya bantu mama membuat nasi kucing dan mengantarkannya ke angkringan dekat rumah,” kata dia lagi. Untuk informasi, nasi kucing adalah nasi bungkus yang porsinya terbilang mungil untuk hanya beberapa suapan saja.

Di kawasan Solo atau Yogyakarta, nasi kucing sudah sangat akrab di kalangan mahasiswa dan pelajar. Bukan berasal dari keluarga berada ini yang membuat Wenvi makin terlecut semangatnya untuk menjadi pemain profesional.

“Saya tak mau mengecewakan semangat almarhum ayah saya yang sangat support saya sejak kelas 3 SD di SSB. Suatu saat nanti, saya juga tentu ingin memberangkatkan mama naik haji. Semoga Allah SWT memberikan jalan pada saya untuk mewujudkannya,” kata Wenvi lagi.*05

news
Penulis
Sri Nugroho
Penulis adalah penggila sepak bola nasional dan seorang Milanisti. Fotografi dan dunia olahraga menjadi teman keseharian. Penulis juga pecinta kucing dan ikan koi.