news
LIGA SPANYOL
Ini Jawaban Diego Simeone mengapa Tetap dengan Strategi Bertahan dalam Sepak Bola Modern
25 May 2020 15:13 WIB
berita
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone -Topskor/istimewa
MADRID – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, ternyata punya alasan kuat mengapa Los Rojiblancos asuhannya identik dengan gaya sepak bola bertahan.

Sebagai pelatih, cita rasanya dalam sepak bola memang dipengaruhi dari latar belakangnya sebagai pemain dengan karakter yang kuat. Simeone dikenal sebagai gelandang tangguh, dengan kemampuan bertahan yang baik.




Baca Juga :
- Madrid Bisa Juara La Liga Akhir Pekan Ini
- INFOGRAFIS: Sergio Ramos Menuju Gol Ke-100


Karena itulah, wajar jika kemudian kisah suksesnya sebagai pelatih Atletico sejak 2011 silam selalu diiringi tentang seni sepak bola bertahan. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang mengkritik gaya permainan Los Rojiblancos. Bahkan, ada pemain yang sangat tidak suka dengan taktik dan strategi Simeone, seperti Cristiano Ronaldo.

Bagi Simeone, semua penilaian tersebut sebagai sesuatu yang biasa. Namun, kepada Fox Sport, hari ini, pelatih 50 tahun ini menyampaikan alasan mengapa dirinya memilih sepak bola bertahan seperti saat ini.


Baca Juga :
- Luis Suarez Tersubur Ketiga Barcelona, Terima Kasih Kepada Messi
- Statistik Menunjukkan Minggu Adalah Hari Keberuntungan Messi bersama Barcelona


Meski demikian, El Cholo juga mengingatkan bahwa sebenarnya penilaian soal “sepak bola bertahan” untuk Atletico juga sangat tidak tepat. Simeone meningatkan pada masa-masa pertamanya dia membentuk Atletico yang justru terdiri dari sejumlah pemain dengan karakter menyerang.

“Musim pertama di Atletico, ada Arda Turan, Diego Ribas, Radamel Falcao, dan Adrian. Lalu, kami juga bermain dengan dua sayap salah satunya adalah Juanfran,” kata Simeone, mengingatkan. “Jangan lupakan pula Felipe Luiz, pemain bertahan yang justru lebih banyak menyerang,” katanya lagi.

Dengan barisan nama-nama pemain tersebut, Atletico sukses menjadi tim yang mengganggu dominasi persaingan di liga domestik antara Real Madrid dan Barcelona. “Jadi, dengan semua pemain tersebut, hampir semua orang mengatakan kami adalah tim defensive,” kata Simeone dengan nada heran.

Pada musim pertamanya dengan deretan pemain tersebut, Atletico asuhannya berhasil meraih gelar Liga Europa. Mereka mengalahkan sesama klub asal Spanyol, Athletic Bilbao pada final yang digelar di Stadion Arena, Bucharest, Rumania.

Tapi, Simeone pun memahami keingintahuan publik, mengapa dia menggunakan gaya sepak bola bertahan. “Mengapa? Dalam sepak bola saat ini setiap hari muncul pemain-pemain bintang tapi juga ada pemain yang buruk dalam bertahan,” kata Simeone, menjelaskan.

Dengan perkembangan itu pula, Simeone menilai ada cukup banyak tim yang buruk dalam bertahan. “Dan, mereka yang lebih baik dalam bertahan adalah mereka yang seringkali memenangkan pertandingan,” kata Simeone lagi.

Intinya, defense bagi Simeone dalam sepak bola modern, justru menjadi bagian yang sangat penting dan itu tidak terlihat oleh tim lainnya.

“Karena memiliki pemain bagus, setiap tim pun menjadi memiliki serangan yang sangat baik dan tim terbaik di dunia adalah mereka yang memiliki pemain yang bagus dalam menyerang. Kini persoalannya justru bagaimana cara bertahan, berapa banyak tim yang bisa bertahan dengan baik?” kata Simeone lagi.

Atletico asuhan Simeone di antara tim yang memang memiliki pertahanan terbaik. Dengan strategi itu pula, mereka mampu meraih gelar La Liga pada 2013/14 lalu tampil dalam dua kali final Liga Champions.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat