news
LIGA INGGRIS
Desainernya Harus Dikirim ke Wuhan! Mantan Vokalis Oasis Ikut Mengkritik Kostum Baru Manchester City
23 May 2020 17:39 WIB
berita
Liam Gallagher kritik kostum baru Manchester City - TopSkor/Istimewa
MANCHESTER – Mantan vokalis band Oasis yang juga penggemar berat Manchester City, Liam Gallagher, melontarkan lelucon yang kontroversial dengan menyebut pembuat kostum baru The Citizens untuk musim 2020/21 seharusnya dikirim ke Wuhan, Cina yang merupakan titik awa penyebaran virus Corona.

Layaknya seorang musisi, Gallagher cukup sering bernampilan nyentrik dan sejumlah pakaian yang pernah dikenakannya pun terbilang unik bahkan cenderung norak. Termasuk pakaian dari koleksi Pretty Green, merek yang pernah diproduksi penyanyi 47 tahun tersebut.




Baca Juga :
- Super Keren! Kostum Ketiga Manchester City Musim Depan Terinspirasi dari Musik 'Brit Pop', Begini Penampakannya
- Pemilik Man. City Ingin Segera Rampungkan Pembelian Klub Kesembilan


Desain kostum ketiga City untuk musim depan pun sangat mirip dengan kemeja yang pernah dipakai Gallagher beberapa waktu lalu. Tapi, dia justru menilai desain kostum berwarna dasar putih tersebut sangat buruk.

“Siapapun yang bertanggung jawab atas kostum baru Man City harus dinaikkan ke atas pesawat  berikutnya yang terbang ke WUHAN dan siapapun yang pernah membeli kostum tersebut harus naik pesawat selanjutnya. Ayolah kalian seharusnya tahu LG x,” tulis Gallagher di Twitter.


Baca Juga :
- Lagi! Manchester City Ingin Datangkan Bonucci dari Juventus
- Man City Klub Inggris Pertama yang Tidak Merumahkan Karyawan di Tengah Wabah Corona


Ironisnya, Puma sebagai pemasok kostum City mengungkapkan bahwa desain kostum ketiga yang dikritik Gallagher justru terinspirasi oleh musik pop Inggris asal Manchester yang berkibar pada era 1990 saat Oasis muncul.

Tidak lama kemudian, Gallagher menghapus tweet tersebut. Tapi, dia masih terus melontarkan cemoohan terhadap kostum baru City di media sosial.

Terlepas dari segala kontroversi tersebut, penilaian Gallagher tentang kostum baru The Citizens tidak bisa dianggap sebagai angina lalu karena dia punya pengalaman di bidang fesyen dengan mendirikan label Pretty Green pada 2009 sebelum menjualnya kepada JD Sports setelah perusahaan itu mengalami masalah keuangan tahun lalu.

Sejumlah warganet mengingatkan Gallagher bahwa dirinya juga pernah memproduksi sejumlah pakaian dengan desain yang sama. Tapi, penyanyi yang juga pernah memperkuat band Beady Eye ini menegaskan kepada pihak City agar “membuat desaing yang sederhana.”

Seperti Gallagher sejumlah penggemar City juga menentang desain kostum baru yang dibuat Puma. Ada yang menyebut pola berbentuk bulu burung seperti sel-sel yang terlihat di bawah mikroskop.

Salah seorang warganet sepakat dengan Gallagher dengan menyebut kostum baru The Citizens tersebut sebagai “edisi virus Coronavirus.”

Kostum kandang baru City pun tidak luput dari kritikan karena desainnya yang mirip ubin retak.

“Saya ingin bertanya serius kenapa Puma bahwa ini merupakan ide yang bagus untuk membuat desain mirip kaca yang retak dan sel yang dilihat lewat mikroskop? Membuat lebih sedikit orang yang membeli kostum kita adalah model bisnis yang sangat buruk,” tulis seorang warganet.

Meski begitu, seorang pengguna Twitter bernama Robbie punya kompentar yang lebih positif. “Ini adalah salah satu kostum yang dibenci orang saat ini, tapi dalam 10-20 tahun ke depan, orang-orang akan berebutan untuk mendapatkannya.”

R
Penulis
Rijal Al Furqon