news
LIGA 1
Cerita Dedi Kusnandar Merintis Usaha dari Kos-kosan, Kedai, hingga Laundry
23 May 2020 16:48 WIB
berita
Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar -Topskor/Ady Sesotya
SUMEDANG - Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar seorang pengusaha di balik profesinya sebagai pesepak bola.

Di luar lapangan memang banyak pemain yang memilih menjalankan usaha. Namun untuk Dedi tidak sembarangan.




Baca Juga :
- Ferdinand Sinaga Sebut Robert Rene Alberts Sudah seperti Ayahnya Sendiri, ''Dia Good Father"
- Tak Tergantikan dalam 20 Laga, Omid Nazari Ingin Teruskan Dominasi Persib di Liga 1


Tiga usaha sekaligus dimiliki gelandang 28 tahun ini dan semua terbilang maju yakni kos-kosan, kedai, dan usaha laundry.

Dedi pun bercerita mengapa jadi pesepak bola yang serius dalam bisnis, yang dibagikan saat live Instagram Skor Indonesia.


Baca Juga :
- Pelatih Persib Robert Rene Alberts Sarankan Liga 1 Kembali Agustus karena Cocok dengan Jadwal FIFA
- Semua Pemain Persib Sudah Menjalani Pengecekan Kondisi Badan, Hasilnya Bagus


"Pertama karena kejadian 2015. Dengan dibekukannya sepak bola, mungkin semua pemain kaget," kata Dedi, Jumat (22/5).

"Kami (pemain) sudah nyaman dengan gaji rutin. Jadi tidak memikirkan apalagi menyiapkan soal masa depan," ia menambahkan.

Ya, saat sepak bola dibekukan, saat itulah gelandang kelahiran Sumedang, Jawa Barat ini berpikir untuk menjalankan usaha.

"Kemampuan pesepak bola berapa tahun sih? Bisa bermain dgn maksimal. Itu pun belum ada jaminan kalau cedera," kata Dedi.

"Umur terus bertambah. Belum tentu pula pemain bisa konsisten. Jadi dari kejadian 2015 itu, saya disarankan orangtua akhirnya memutuskan berbisnis," ia menjelaskan.

Sadar merupakan pelaku usaha baru, ia pun memilih bisnis yang berisiko rendah yakni usaha kos-kosan. Ditambah lagi, kebetulan tempat tinggalnya di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, juga banyak kampus.

"Setelah berjalan, saya mau mencoba dengan berbisnis kuliner, belajar dengan kakak kandung," kata Dedi.

"Ditambah ada pengalaman saya, termasuk main di luar negeri terkait makanan yg saya suka. Saya coba mengambil risiko dengan bisnis kedai," ia menjelaskan.

Sekali lagi, bisnis pemain yang pernah merumput di Sabah FA, Malaysia ini pun kembali berjalan lancar.

Setelah berumah tangga, ia pun semakin berani berkutat dalam dunia bisnis dan menambah sektor usahanya di bidang laundry.

"Usai nikah bersama istri saya coba bisnis lain lagi. Saya berani karena istri punya dasar manajemen, jadi ada yg bantu mengurusi," ujar Dedi.

"Kehadiran istri bisa berbagi mengelola, lebih banyak dikerjakan dia, saya cuma memantau atau mengawasi," ia melanjutkan.

Gelandang didikan Persib ini mengakui, pilihannya jadi pebisnis sempat membuatnya harus membagi konsentrasi di sepak bola.

Tapi masalah itu kini telah teratasi dengan kehadiran sang istri, yang juga kian memajukan usahanya dengan promosi online.

"Saya juga berbisnis tidak hanya aji mumpung punya nama besar, tapi juga mengedepankan kualitas," kata Dedi.

"Banyak juga sih yang bertanya soal itu (bisnis). Bukan berarti saya sudah sukses di bisnis, tapi yangg saya rasain tuh sudah berada di jalur yg benar," ia menjelaskan.

Dedi juga mengakui sampai sekarang ada beberapa teman, termasuk pemain, juga belajar ke dia dan dia senang bisa berbagi ilmu.*

T
Penulis
Taufani Rahmanda