news
LIGA CHAMPIONS
Raul Gonzalez Mencetak Gol dengan Jari Kaki yang Mati Rasa dalam Final 2001/02
23 May 2020 06:41 WIB
berita
Penyerang Real Madrid, Raul Gonzalez, saat merayakan gol dalam final lawan Bayer Leverkusen, Mei 2002 -Topskor/istimewa
MADRID – Gol fenomenal Zinedine Zidane ke gawang Bayer Leverkusen memang memang menandai sukses Real Madrid dalam meraih gelar Liga Champions kesembilan dalam sejarah klub ini.

Gol yang terjadi dalam final 2001/02 tersebut selalu diulas dari semua perspektif, bahkan sampai dipelajari bagaimana gelandang elegan asal Prancis tersebut melakukannya begitu tepat setelah mendapatkan umpan Roberto Carlos.




Baca Juga :
- Ini Dia, Lima hal yang Mungkin Belum Diketahui Tentang Luka Modric, Salah Satunya Soal Perang Yugoslavia
- Ini Dia, Pemain Muda Real Madrid yang Baru Saja Dipromosikan ke Tim Utama


Gol tersebut yang membuat Madrid mengalahkan Leverkusen, 2-1. Namun, tidak banyak yang mengulas gol lainnya, yang mengawali keunggulan Madrid yaitu gol pertama yang diciptakan kapten Los Merengues, Raul Gonzalez Blanco.

Gol cepat yang terjadi pada menit ke-8 tersebut bahkan tidak seindah yang diciptakan Zidane, namun ternyata juga menyimpan kisah yang menarik. Ketika itu, Raul justru menorehkan gol dengan kaki yang salah satu jarinya cedera setelah diinjak oleh rekannya sendiri, Ivan Campo sebelum pertandingan tersebut.


Baca Juga :
- Sejarah LaLiga Pekan Ini: Gol Terakhir Saviola Hingga Eto'o yang Tak Berhenti Cetak Gol
- Bahaya! James Rodriguez Segera Nyebrang ke Rival Berat Real Madrid


“Hari sebelum kami tampil di final di Glasgow tersebut, Ivan Campo menginjak kaki saya dan saat menjelang pertandingan saya bahkan tidak dapat mengenakan sepatu,” kata Raul, seperti yang diceritakan kepada Marca, Jumat (22/5).

Meski demikian, Raul tidak mau kehilangan momen tersebut sehingga dia meminta dokter tim untuk mengilangkan rasa sakit. “Saya katakan kepada dokter untjk melakukan apapun yang dapat dilakukan. Hal-hal seperti ini terkadang memang terjadi,” kata Raul lagi.

“Sekitar satu jam sebelum pemanasan, dokter menyuntik jari saya yang sakit dan membuatnya tidak terasa. Itulah mengapa saya menembak sangat buruk. Namun, saya justru mencetak gol dengan jari yang mati rasa tersebut,” kata Raul lagi bercerita.

Gol itu sendiri diciptakan Raul dengan kaki kirinya, setelah memanfaatkan lemparan ke dalam Roberto Carlos. Bola tembakannya tidak keras namun berhasil melewati kiper lawan.

Itu menjadi salah satu gol penting Raul dalam kariernya dalam 16 musim memperkuat Los Merengues. Total, bintang yang identik dengan nomor 7 di Madrid ini telah mencetak 323 gol sebelum dia pergi pada 2010 bergabung ke Schalke 04 ((Jerman).

Banyak momen yang terjadi selama dirinya bermain untuk Madrid. Bahkan, Raul pun termasuk dalam generasi tim yang berhasil mengakhiri penantian Los Merengues di ajang Liga Champions, yaitu gelar ketujuh yang diraih Madrid di ajang ini pada 1997/98.

Saat itu, Madrid mengalahkan Juventus yang saat itu justru diperkuat Zidane. Madrid menang 1-0 melalui gol Predrag Mijatovic. “Final trofi Liga Champions yang ketujuh juga sangat indah karena saat itu Madrid belum pernah meraih gelar ini selama 32 tahun hingga akhirnya kami yang berhasil mewujudkannya,” kata Raul.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat