news
LIGA 1
Ramadan Pertama Serif Hasic di Indonesia, Harus Masak karena Tidak Suka Makanan Indonesia
22 May 2020 20:16 WIB
berita
Pemain asing PSM Makassar, Serif Hasic - Foto: Topskor.id / Ady Sesotya
MAKASSAR - Indonesia terkenal punya banyak makanan khas saat Ramadan. Tapi rupanya itu tidak masuk selera pemain asing PSM Makassar, Serif Hasic.

Musim ini jadi kesempatan pertama pemain bertahan asal Bosnia-Herzegovina ini merasakan merumput di Indonesia setelah lama berkarier di negeri asalnya.




Baca Juga :
- HUT Persebaya Usung Tema #Kan93n
- Kompetisi Bergulir Lagi, Pelatih asal Spanyol ini Segera Terbang ke Indonesia


Alhasil, Hasic pun harus merasakan Ramadan pertamanya di Indonesia, setelah sempat merasakannya di Kroasia, Swiss, dan Serbia selain di Bosnia.

Setelah hampir menjalani puasa sebulan lamanya, pemain berusia 32 tahun ini pun berbagi kepada Topskor.id mengenai Ramadan pertamanya di Indonesia.


Baca Juga :
- Protokol Kesehatan: Pemain Liga Dilarang Keluar Mes, jika Ada yang Positif Satu Tim Dikarantina
- Liga 2 Bergulir Oktober, Pelatih Semen Padang Sambut Baik Format Kompetisi Baru


Alih-alih punya makanan favorit di tengah ragamnya menu kuliner, terutama khas Ramadan, di Indonesia, ia malah mengakui punya masalah soal makanan.

"Saya sangat nyaman menikmati sahur dan berbuka puasa di Indonesia. Tapi tidak banyak makanan yang saya sukai di sini," kata Hasic, Kamis (21/5/2020).

"Makanan Indonesia tidak sesuai selera saya karena terlalu manis dan pedas. Akhirnya saya memasak untuk hidangan saya sendiri," ia menjelaskan.

Ya, rupanya selain piawai mengolah si kulit bundar, pemain yang bisa berperan sebagai bek tengah atau gelandang bertahan ini rupanya juga bisa memasak.

Lebih lanjut Hasic memaparkan bahwa memasak bukan hobinya. Tapi ia menikmati aktivitas itu karena banyaknya waktu luang yang dimiliki saat ini.

Pandemi virus corona berdampak pada dijedanya kompetisi dan libur aktivitas klub sehingga aktivitas mantan pemain timnas Bosnia U-21 ini hanya berlatih.

"Perbedaan Ramadan di Indonesia dengan lainnya adalah saya sendiri di sini, tanpa keluarga dan tentunya ada virus corona yang mengganggu," kata Hasic.

"Saya tidak bisa merasakan kedamaian saat berbuka puasa dengan keluarga di sini. Makan, meminum kopi, dan pergi ke masjid," ia memungkasi.*05

T
Penulis
Taufani Rahmanda