news
MOTOGP
Tarik-Ulur ala Valentino Rossi, Lanjut atau Pensiun? Bikin Petronas Berpikir Keras
22 May 2020 11:35 WIB
berita
Valentino Rossi masih punya posisi tawar yang tinggi meski sudah 41 tahun. -TopSkor.Id/Istimewa-
MOL – Saat beraksi di lintasan, Valentino Rossi hanya punya satu tujuan yaitu bagaimana bisa berada di depan semua pembalap. Segala kemampuan dan teknik membalapnya dikeluarkan tapi di luar lintasan segalanya berbeda. Rossi harus sedikit berpolitik agar keinginannya tercapai.

Seperti yang dia sedang jalani sekarang yaitu hendak bergabung ke tim satelit Yamaha Petronas SIC. Belum juga resmi bergabung, Prinsipal Petronas Razlan Razali sudah memberikan rambu verboden untuk Rossi yaitu tak boleh bawa kru banyak-banyak. Cukup dua-tiga personel saja.




Baca Juga :
- Dilema Inter, Cavani Gratisan tapi Minta Gaji Selangit, Ditawar Bisa Batal karena Banyak Peminat
- Tyson-Holyfield Bertinju Lagi, Daud Yordan: Ada Minusnya tapi Saya Dapat Pelajaran Berharga


Padahal, Rossi terbiasa berlomba dengan dikelilingi kru yang seabreg. “Saya punya peluang yang bagus dengan Petronas,” kata Rossi. “Mereka tim top karena tahun lalu luar biasa bersama Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli. Mereka tim yang diisi anak-anak muda tapi banyak juga yang saya kenal.”

“Sekarang, saya yang harus putuskan, apakah saya masih punya motivasi yang kuat untuk lanjut atau tidak,” ujar Rossi. Dalam bahasa yang lebih lugas, Rossi gabung Petronas atau pensiun. Memang, Rossi belum bertemu langsung dengan Razali untuk berbicara secara detail.


Baca Juga :
- Pengganti Aguero Sudah Ada di Man City, Jangan Dijual dan Harus Diberi Kesempatan
- Good Deal! Inter Mau Barter Gagliardini dengan Bek Tengah Torino Ini, Sama-sama Butuh


Namun, kecil kemungkinan Petronas menolak begitu saja Rossi yang merupakan legenda MotoGP. Meski Rossi belum tentu masih kompetitif, namun banyak keuntungan komersial yang bisa didapatkan Petronas jika ada Rossi di pit mereka. Rossi pun seperti bermain tarik-ulur dengan mengatasnamakan kesiapan dirinya.

Intinya, Rossi harus dipenuhi keinginannya jika dia  bergabung ke Petronas. Alasannya, hanya mau balapan jika yakin bisa kompetitif. Selanjutnya, tinggal Razali yang mempertimbangkan menerima keinginan Rossi atau melepas kesempatan punya pembalap legenda di timnya. Mungkin, Petronas saat ini sedang berpikir keras.*

D
Penulis
Dedhi Purnomo
BarC4!