news
UMUM
Pejabat Olimpide Tokyo 2020 Marah Logo Mereka Dipelintir Jadi Logo Covid-19
22 May 2020 11:45 WIB
berita
Tokyo 2020 menganggap gambar tersebut melanggar hak cipta/ Foto Istimewa
LOGO Olimpiade 2020 yang merupakan lambang kotak-kotak harmonis diparodikan menjadi visual Covid-19 oleh salah satu klub daring di Jepang.

Foreign Correspondents' Club of Japan (FCCJ) beberapa waktu lalu mengubah logo Olimpiade menjadi mirip visual Covid-19 sebagai bentuk parodi bagaimana virus mengacaukan acara olahraga.




Baca Juga :
- 11 Tahun Tak Bertemu Orangtua, Bruno Casimir Kangen Ibu
- MotoGP 2020 Dimulai di Jerez, 19 Juli Mendatang


Sayangnya, satire tersebut dikecam oleh panitia Tokyo 2020 yang membuat unggahan klub tersebut dihapus paksa per tanggal 21 Mei.

Panitia Olimpiade 2020 beralasan bahwa protes tersebut melanggar hak cipta serta memberi kesan negatif kepada ajang empat tahunan tersebut.


Baca Juga :
- Hanya Dokter New Normal Life yang Boleh Bertugas di Liga 1 dan Liga 2
- 13 Protokol Kesehatan Liga 1 dan Liga 2 dari Dokter PSSI


Penyelenggara mengatakan bahwa parodi tersebut adalah "gerakan perlawanan terhadap Olimpiade yang ideal".

Presiden FCCJ, Khaldon Azhari, pun menyayangkan sikap defensif dari panitia Olimpiade 2020 yang kebal terhadap kritik.

Khaldon Azhari menganggap bahwa penghapusan parodi logo Olimpiade ini adalah bentuk dari pembatasan kebebasan berekspresi dalam ranah publik.

"Selama 75 tahun sejarah FCCJ, kami selalu berdiri di garda depan untuk menuntut kebebasan pers di Jepang. Dan kami terus memperjuangkannya," ujar Khaldon Azhari dilansir dari firstpost.

Menurutnya, protes yang dilakukan oleh klub masih tergolong sesuai dengan rambu-rambu jurnalistik tetapi justru mendapatkan respons penolakan.

Dia kemudian membahas tentang gambar serupa yang diterbitkan majalah Number 1 Shimbun pada bulan April yang tidak mengalami penolakan seperti FCCJ.

"Media-media Jepang sebenarnya sudah sangat kesal dengan berbagai larangan melakukan parodi. Ada banyak larangan di sini," ucap Azhari.

"Saya berharap insiden ini akan menjadi peluang bagus untuk membuka diskusi terbuka seputar parodi di Jepang."

Olimpiade 2020 harus mundur dari jadwal semula pada musim panas tahun ini menjadi 23 Juli sampai 8 Agustus 2021.

Keputusan tersebut diambil karena wabah Covid-19 mengancam keselamatan partisipan Olimpiade.

Meski telah menentukan tanggal pengganti, Olimpiade 2020 masih berpeluang batal digelar jika pandemi tak kunjung usai.*ANY HIDAYATI/04

 

R
Penulis
Rizki Haerullah