news
LIGA 1
Kontribusi Persib untuk Timnas Dimulai Sejak Era 1950-an
20 May 2020 18:21 WIB
berita
Atep (kiri) dan Febri Haryadi (kanan), pemain Persib langganan tim nasonal -Topskor/Arief NK
PERSIB  Bandung  memiliki sejarah positif dalam kontribusi pemain bagi tim nasional (timnas) Indonesia. Pada era 1950 hingga 1960-an tidak kurang dari 10 pemain asal Persib mengisi skuat timnas.

Bahkan, rekor terbanyak pada awal 1960-an mencapai 13 pemain asal Persib berada di skuat timnas yang ketika itu di bawah kepelatihan Toni Pogacnic. Mereka di antaranya Aang Witarsa, Ade Dana, Sunarto, Omo Suratmo, Rukman, Rukma Sudjan, atau Emen Suwarman.




Baca Juga :
- Tiba di Indonesia, Shin Taeyong dan Staf dari Korsel Jalani Isolasi Mandiri Selama 14 Hari
- Kabar Terkini Para Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2012 (Bagian 2)


Begitu pun pada 1970-an, Persib terus memberikan kontribusinya. Bintang seperti Max Timisela, Risnandar Soendoro, serta Encas Tonif masuk timnas Indoensia.

Jika melihat dari perjalanan sejarahnya itu Persib memang bukan klub satu-satunya yang menjadi kontributor terbanyak dalam mengirimkan pemainnya untuk kepentingan timnas.


Baca Juga :
- Manajemen Persib Oke, Kompetisi Dilanjut September Mendatang
- Malam Ini Exco PSSI Menggelar Rapat, Kompetisi Dilanjutkan Semakin Kuat


“Kenapa dari Persib lebih banyak daripada klub Perserikatan lainnya seperti Persija atau PSMS, sebab Pogacnic ketika itu lebih menyukai pemain yang berasal dari Bandung karena tidak pernah kesulitan cara mengarahkannya," kata Rukman, salah satu legenda Persib era 1950-an.

Menurut Rukman, pemain asal Bandung lebih mudah diatur. Namun, tradisi Persib untuk tim nasional semakin menipis sampai akhir 1970-an dan memasuki era 1980-an. Tercatat hanya Robby Darwis yang kerap menjadi langganan timnas hingga era 1990-an.

Kalau pun ada yang terpanggil karena ia pemain yang menonjol. Seperti Adjat Sudrajat dan Yusuf  Bachtiar. Namun itu pun tidak berlangsung lama. Sedangkan pada era milenium atau 2000-an, kontribusi Persib untuk timnas tetap ada meski hanya satu dua.

Sebut saja Eka Ramdani dan Atep. Keduanya, cukup fenomenal dan selalu  mengisi skuat tim nasional. Persib menjadi kontributor terbanyak ketika di timnya mendapat suntikan pemain berlabel tim nasional seperti, Firman Utina, Supardi, Hariono, Ahmad Juprianto serta penjaga gawang, I Made Wirawan.

Dan, di tahun millennium sekarang inilah Persib tidak lebih dari dua pemain asal Bandung yang memperkuat tim nasional yakni, Deddy Kusnandar dan Febri Haryadi.

Namun, belakangan hanya Febri yang eksis, yang merupakan asli binaan klub lokal UNI Bandung. Lalu,  Pada 2018, Persib menjuarai  U-19 dan U-16. Ini membuktikan, prospek pemain muda untuk menembus tim nasional sudah terlihat.

Rukman sebagai mantan sekaligus legenda Persib, cukup prihatin dengan kondisi ini. Namun kata Rukman, persoalannya sekarang adalah karena sistem pembinaan yang sangat berbeda jauh dibandingkan zaman dulu.

“Gaya hidup anak-anak zaman dulu dengan sekarang yang membedakannya. Dulu, menjadi pemain sepak bola tidak disuruh-suruh. Ingin bermain sepak bola karena  keinginan dan kemauan sendiri, dari situ terbentuk keinginan dan motivasi yang kuat," kata Rukman.

Dengan panggilan dari dalam diri itu pula, muncul kedispilinan. "Dulu ketika akan berlatih seringnya jalan kaki atau bersepeda sehingga secara tak langsung fisiknya terbentuk,” kata Rukman memaparkan.

Rukman sendiri mengaku, ketika akan berlatih harus berjalan kaki untuk bisa menuju lapangan. “Atau kalau sempat kita kadang berlari sekaligus melatih fisik kalau akan menuju lapangan,” katanya.

Rukman juga mengakui kalau zaman dulu di tim Persib tak ada yang merasa bersaing. Bahkan, tak ada pemain dari luar dan semua pemainnya berasal dari Bandung.

“Hampir semua pemain Persib dari Bandung. Apalagi, klub saya IPI yang paling banyak memberikan pemain untuk Persib. Sehingga tidak ada kesulitan dalam membentuk kebersamaan dan kekompakan ketika tampil di timnas," dia menambahkan.

Rukman sendiri mengaku bangga karena dulu menjadi bagian dari tim nasional dan disebut-sebut satu dari 13 pemain yang mendominasi timnas ketika itu.

“Saking kita kompaknya di tim nasional, saat akan main bersama Persib jadi tidak harus latihan dulu, cukup menjaga kebugaran saja lalu bermain kita sudah tahu satu sama lainnya," katanya.

Faktor itu yang membuat Toni Pogacnic tertarik setiap kali Persib tampil. "Sampai kalau kita main, Toni Pogacnic sering nonton kita ke Bandung,” katanya.*

A
Penulis
Arief N K