news
BULUTANGKIS
Tontowi Ahmad Merasa Mendapat Perlakuan Tidak Pantas dari PBSI, Susy Susanti Klarifikasi
20 May 2020 08:59 WIB
berita
TONTOWI Ahmad mengaku menyesalkan keputusan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) yang memberinya Surat Keputusan (SK) Magang.

Kekecewaan itu diungkapkan Tontowi Ahmad bertepatan dengan pengumuman dirinya yang memutuskan pensiun pada Senin (18/5/2020).




Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Predator di Markas Lawan, Pemain Tertajam Liga 1 di Laga Tandang
- 11 Tahun Tak Bertemu Orangtua, Bruno Casimir Kangen Ibu


Menurut Tontowi Ahmad, dengan memberi SK Magang kepadanya maka sama saja dengan PP PBSI mendegradasinya di Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas).

Melihat apa yang telah diberikannya kepada bulu tangkis Indonesia, Tontowi Ahmad merasa tidak pantas mendapat perlakuan demikian.


Baca Juga :
- Wacana Aturan Baru Liga 2 Wajib Memainkan Pemain Muda di Setiap Laga
- Protokol Bus Pemain dan Ruang Ganti Tim Liga 1 dan Liga 2


PP PBSI melalui Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres), Susy Susanti, pun menjelaskan status magang yang didapat sosok yang akrab disapa Owi itu.

Menurut Susy Susanti, status magang diberikan karena Owi belum memiliki pasangan pada awal musim 2020 setelah duetnya dengan Winny Oktavina Kandow dipecah.

PP PBSI memutuskan untuk kembali memasangkan Winny Oktavina Kandow dengan Akbar Bintang Cahyono.

“Dengan kembali berpasangannya Akbar dengan Winny, Owi otomatis tidak memiliki pasangan bermain," kata Susy Susanti.

"Dalam situasi itu, kami tetap memberikan kesempatan kepada Owi untuk tetap berada di Pelatnas tetapi dengan status magang,” ia menuturkan.

Pada awal tahun ini, PP PBSI sempat memasangkan Owi dengan pemain ganda putri, Apriyani Rahayu.

Pasangan Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu ini sempat diturunkan pada Indonesia Masters 2020 dan mampu melaju sampai babak kedua.

Langkah mereka terhenti di tangan pasangan suami-istri asal Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, dengan skor 9-21, 12-21.

Pada sisi lain, PP PBSI tidak bisa menjamin keberlangsungan duet Tontowi/Apriyani berlangsung dalam jangka panjang.

Sebab, Apriyani Rahayu juga punya tanggung jawab bermain dengan Greysia Polii pada nomor ganda putri dan diproyeksi lolos Olimpiade Tokyo 2020.

Dalam kondisi seperti ini, PP PBSI sebenarnya sudah memiliki rencana mengirim Owi ke berbagai turnamen yang disertai dengan target jelas.

Tontowi Ahmad pun diberi kesempatan melakukan empat kali try-out dan akan mendapat jatah ekstra bila tampil baik. Hal ini juga berlaku untuk semua atlet Pelatnas.*KRISNA DANESHWARA/04

 

R
Penulis
Rizki Haerullah