news
LIGA SPANYOL
Misi Luka Jovic: Mendapatkan Kepercayaan Zidane Kembali
19 May 2020 21:25 WIB
berita
Penyerang Real Madrid, Luka Jovic -Topskor/Marca
MADRID – Erling Haaland sudah dipastikan tidak akan bisa pergi meninggalkan Borussia Dortmund sampai 2022. Itu merupakan klausul yang ada di dalam kontrak sang pemain bersama Die Borussen.

Dengan situsiasi tersebut, memberikan keuntungan bagi Luka Jovic. Penyerang Real Madrid ini sudah lama tenggelam namanya. Bintang yang pernah menyita perhatian Los Merengues pada 2018/19 ketika masih bermain di Eintracht Frankfurt.




Baca Juga :
- Bocoran Jersey Kandang Madrid Tak Disukai Fan, Garis Merah Muda di Lengan Dibandingkan dengan Tiger King
- Setara Tiga Piala Dunia! Lionel Messi Harus Berlaga Tiga Hari Sekali dalam Lanjutan La Liga Musim Ini


Saat itu, Jovic total mencetak 36 gol untuk Eintracht dengan 17 gol di antaranya di Bundesliga. Jovic kemudian bergabung ke Madrid pada Juni 2019 dengan nilai transfer 60 juta euro. Meski demikian, cedera tumit membuatnya terhenti.

Musim ini, bintang 22 tahun tersebut hanya tampil dalam 15 laga La Liga dan hanya mencetak dua gol serta memberikan dua assist untuk Los Merengues dari total 770 menit tampil. Dengan situasi itu pula, wajar jika kemudian Jovic belakangan kerap masuk dalam kelompok pemain yang akan dilepas Madrid.


Baca Juga :
- Tiga Pemain Ini Beri Komentar Soal Pertandingan Tanpa Penonton dan Lima Pergantian di LaLiga
- Ketika Banyak yang Meragukan Braithwaite Bisa Sukses, Penyerang Ini Malah Berambisi Menjadi Legenda di Barcelona


Meski demikian, banyak yang menilai bahwa Jovic hanya kurang beruntung. Dia pantas mendapatkan kesempatan lainnya untuk menebus ketidakberuntungannya karena cedera.

Kini, dengan situasi Haaland tersebut, Jovic memiliki peluang untuk membuat timnya kembali percaya dengan kemampuannya.

Belum lama ini, Jovic sempat menghadapi masalah di negerinya ketika dia mendapatkan kritik karena pulang ke Serbia. Padahal, pada Maret lalu itu, dalam kondisi sedang ketatnya kebijakan lockdown di Spanyol.

Kehadiran Jovic ketika tiba di Serbia kemudian mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Apalagi, saat itu, Spanyol merupakan negara yang terjangkit begitu parah terkait virus corona. Jovic sendiri sudah meminta maaf secara publik karena menjadi pemberitaan negatif di negerinya.

Kondisi ini membuat ayahnya, Milan Jovic memberikan pembelaan. “Jika dia memang harus masuk ke penjara, ya masukkan saja! Namun, anak saya tidak bermaksud untuk membuat kegaduhan,” kata Milan Jovic ketika itu.

“Sebelum tiba di Serbia dia sudah dites dan hasilnya negatif. Begitupun ketika tiba di Serbia dia juga dites dan hasilnya juga negatif,” kata Milan Jovic lagi. “Dia hanya tidak tahu dengan baik, dia hanya ingin datang berjumpa keluarga dan menolong warga sekitar di tempat tinggalnya,” katanya lagi.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat