news
LIGA INGGRIS
Kisah Kedermawanan Romelu Lukaku yang Membiarkan Marcus Rashford Eksekusi Penalti dan Melepas Peluang Cetak Hattrick
19 May 2020 15:55 WIB
berita
Marcus Rashford mengeksekusi penalti lawan PSG - TopSkor/Istimewa
MANCHESTER – Marcus Rashford mengungkapkan kedermawanan Romelu Lukaku dengan membiarkan mengeksekusi penalti dalam kemenangan Manchester United atas tuan rumah Paris Saint Germain pada 16 besar Liga Champions musim lalu.

Padahal, saat itu Lukaku sudah mencetak dua gol dan hanya butuh satu gol lagi untuk membukukan hat-trick.




Baca Juga :
- Latihan Bawa 'Tank' Mercedes Baru, Striker MU Ini Tampak Keren
- Ighalo Intervensi Shanghai, Solskjaer Butuh Servisnya di MU


Momen tersebut diceritakan kembali oleh striker 22 tahun tersebut dalam wawancara dengan bintang tenis Inggris, Andy Murray.

MU bertandang ke Paris setelah kalah 0-2 pada leg pertama di Old Trafford dan diragukan bisa lolos ke perempat final. Setan Merah juga dilanda krisis cedera sehingga terpaksa memboyong sejumlah pemain muda ke markas PSG.


Baca Juga :
- Inter atau Atletico, Keduanya Bagus untuk Edinson Cavani
- Harry Kane di Simpang Jalan, Bertahan di Tottenham atau Cabut ke MU


Tapi, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini membuat keajaiban dengan menumbangkan Neymar Junior dan kawan-kawan.

Lukaku membukukan dua gol di babak pertama, tapi MU butuh satu gol lagi untuk membalikkan keadaan setelah Juan Bernat mencetak gol balasan bagi tuan rumah untuk membuat skor menjadi 1-2. 

Memasuki pengujung pertandingan, MU mendapatkan hadiah penalti setelah VAR memutuskan bek tengah PSG, Presnel Kimpembe, melakukan handball.

Rashford yang jadi ekskutor menjalankan tugasnya dengan tenang untuk menambah keunggulan MU sekaligus meloloskan mereka ke perempat final. Tapi, tidak banyak yang tahu momen yang berlangsung beberapa saat sebelum tendangan penalti itu dilakukan.

“Saya pikir penalti itu menjadi tugas saya dan Rom (Lukaku),” kata Rashford. “Tapi, Rom bukan termasuk pemain yang jika sudah mencetak dua gol dalam satu pertandingan, maka dia akan mengeksekusi penalti dan membukukan hat-trick

“Dia adalah tipe pemain yang saat kita bermain sebagai pasangannya di lini depan, dia ingin kami berdua bermain bagus. Dan, dia langsung melemparkan bola kepada saya dan bilang ‘kamu saja yang mengambilnya.’

“Tentu saja saya ingin membiarkan dia mengeksekusi penalti itu karena itu kesempatan buat dia mencetak hattrick dan itu akan jadi pencapaian yang sangat bagus.

“Tapi, dia bilang dia ingin saya yang mengeksekusinya dan saat kita mempersiapkan diri untuk momen seperti itu kita ingin berusaha santai. Kita memikirkan saat-saat berlatih tendangan penalti dan kita ingin benar-benar fokus.”

R
Penulis
Rijal Al Furqon