news
BULUTANGKIS
Tontowi Ahmad Blak-blakan soal Alasan Pengunduran Dirinya dari Bulu Tangkis
18 May 2020 22:52 WIB
berita
Tontowi Ahmad menggendong sang buah hati yang masih kecil / Foto: Topskor.id / Jessica Margaretha
JAKARTA – Keputusan Tontowi Ahmad untuk gantung raket memang sudah dipikirkan masak-masak olehnya.

Bahkan rencana itu sudah muncul sejak Februari lalu, dan baru bisa terlaksana Mei ini. Owi, sapaannya, pun sudah mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (18/05/2020) melalui akun Instagram-nya.




Baca Juga :
- Tampil Kali Terakhir pada Kejuaraan Dunia Junior, Indah Cahya Sari Inginkan Penutupan yang Manis
- Dedi Kusnandar Jadikan Badminton sebagai Alternatif Menjaga Kebugaran


Ia pun blak-blakan mengungkapkan alasan pengunduran dirinya. Menurut pebulu tangkis 32 tahun ini, ada beberapa hal yang mendasari keputusannya itu. Salah satunya, tidak memiliki motivasi besar seperti dulu dan merasa cukup berprestasi.

"Saya juga ingin lebih dekat dengan keluarga. Saat masih aktif jadi atlet, saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan berlatih dan bertanding,” kata Tontowi dalam rilisnya.


Baca Juga :
- BWF Revisi Peraturan Kualifikasi Cabang Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo
- Praveen Jordan: Tontowi Ahmad Itu Sosok yang Rendah Hati dan Haus Gelar


“Anak saya mulai komplain, karena memang susah sekali mereka bertemu dengan saya,” Owi menambahkan. Statusnya di pelatnas sebagai pemain magang juga disebutnya sebagai alasan.

“Saya sudah tidak muda lagi, dan sudah waktunya keluar dari pelatnas. Saya sudah mendapatkan medali emas Olimpiade, yang merupakan prestasi tertinggi untuk semua atlet," ujar ayah dua anak ini.

Tontowi Ahmad meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Liliyana Natsir. Pada partai final, mereka mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying,  dengan 21-14, 21-12.

"Itu merupakan puncak prestasi saya. Pengorbanan yang saya lakukan untuk mendapatkan gelar itu juga besar. Untuk mendapatkan medali emas itu, saya melakukan persiapan terberat dari semua turnamen yang pernah saya ikuti," kata pria kelahiran 18 Juli 1987 tersebut.

"Apalagi setelah final Asian Games 2014, tepatnya hampir sepanjang 2015, komunikasi saya dan Ci Butet (Liliyana) jadi sedikit terganggu. Sampai akhirnya kami harus bersiap menghadapi Olimpiade, dan perjuangan itu berakhir dengan medali emas," katanya.

Owi juga mengaku sempat berkonsultasi dengan Liliyana sebelum memutuskan pensiun. “Sudah agak lama saya tanya-tanya ke Butet, kalau pensiun rasanya seperti apa. Apa yang dialami setelah pensiun. Melihat pengalaman dia setelah tidak main bagaimanya,”ucapnya.

Dijelaskan Owi, saat ia mengungkapkan keinginan pensiun kepada Liliyana, mantan pasangannya di ganda campuran itu tidak kaget.

“Mungkin karena dia paham kalau atlet pasti ada waktunya untuk selesai. Merasa cukup dengan yang sudah didapat dan pasti akhirnya akan pensiun. Kecuali kalau kita kalah terus pasti lebih termotivasi untuk terus main,” ia mengungkapkan.

“Yang jelas keputusan saya sudah bulat dan merasa cukup dengan karier saya sebagai pebulu tangkis profesional,”ia mengungkapkan.

Soal acara perpisahan, Owi mengaku kemungkinan hanya digelar kecil-kecilan. Apalagi secara merendah ia merasa belum pantas disebut sebagai legenda.

“Kalau buat legenda seperti Butet okelah. Tapi kalau saya merasa kurang percaya diri. Tapi kalau untuk internal PB Djarum tidak apa-apa, apalagi situasi saat ini sedang pandemi kan sebisa mungkin menghindari yang ramai-ramai,” ucapnya.

Selain emas Olimpiade 2016, ada beberapa prestasi fenomenal Owi lainnya bersama Liliyana. Di antaranya menyabet tiga gelar turnamen bergengsi All England (2012, 2013, 2014), serta juara dunia dua kali pada 2013 dan 2017.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id