news
MOTOGP
Gagal Comeback Tahun Ini, Lorenzo Akan Bernegosiasi Ulang dengan Yamaha
17 May 2020 09:08 WIB
berita
Jorge lorenzo/ Foto Istimewa
BATAL kembali mengaspal di sirkuit MotoGP tentu membuat Jorge Lorenzo sedih. Tetapi, di sisi lain hal tersebut juga merupakan sebuah berkah.

Dalam wawancara dengan as.com, Jorge Lorenzo tidak menampik jika dirinya cukup sedih dan malu karena tidak bisa menggunakan wildcard untuk tampil di MotoGP 2020.




Baca Juga :
- Luis Edmundo Sempat Kesulitan di Indonesia Sebelum Menjadi Legenda Persita
- Teori Konspirasi Penghancur Sarung Tangan Tyson Fury Telah Muncul


"Sedih karena saya sangat ingin balapan bersama Yamaha lagi di Montmelo (Sirkuit Catalunya). Sekarang saya tidak bisa mewujudkannya," ujar Jorge Lorenzo.

Namun, pembalap Spanyol itu cukup bersyukur dengan pembatalan tersebut karena dengan situasi pandemi seperti sekarang sangat tidak memungkinkan untuk kembali turun.


Baca Juga :
- Bikin Syok, Chat untuk Yabes Roni Nyasar ke Bos Yabes Tanuri
- Kesan Pertama di Persija Bikin Gustavo Chena Bertahan di Indonesia Selama 17 Tahun


"Saya tentu saja juga ingin balapan dengan kondisi prima," ujarnya.

"Saya bisa gila kalau balapan tanpa ada tes pramusim dulu. Dan dengan rencana balapan saat ini (tes pramusim) tidak mungkin terlaksana."

Gagal comeback tahun ini, Lorenzo mengaku akan bernegosiasi ulang dengan Yamaha tentang kemungkinan menjadi pembalap penguji (test rider) untuk musim 2021.

"Saya harus bicara dengan Yamaha lagi untuk melihat kemungkinan bisa kerja sama lagi tahun depan sebagai pembalap penguji," kata Lorenzo.

Pembalap yang pernah memperkuat tim Ducati dan Honda itu menyebut, untuk saat ini ia belum berani mengajukan perpanjangan kontrak sebagai penguji Yamaha.

"Saat ini opsi tersebut belum saya pikirkan, masih ada kemungkinan harapan tersebut tidak terkabul," kata juara dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015, bersama Yamaha itu.

Menurut Lorenzo, fokusnya saat ini adalah membantu para pembalap Yamaha untuk mempersiapkan balapan tertutup MotoGP 2020.

"Misi saya saat ini membantu Yamaha latihan empat hari penuh dan memberi informasi yang mereka butuhkan," ucap juara dunia kelas 250 cc 2006 dan 2007 itu.

"Sebagai tambahan, pasti rasanya kecewa tampil tanpa penonton meskipun balapan tertutup akan memungkinkan pembalap tampil maksimal."

Wildcard yang menjadi kartu as Lorenzo untuk kembali balapan meski telah pensiun, terpaksa dihapus oleh komisioner MotoGP.

Para pemangku kepentingan MotoGP, yakni Dorna Sports, FIM, asosiasi tim (IRTA), dan asosiasi pabrikan (MSMA), memutuskan penangguhan jatah wildcard untuk 2020.

Keputusan ini diambil mengingat pandemi Covid-19 memaksa penyelenggara MotoGP untuk membatasi jumlah staf yang terlibat di sirkuit selama balapan berlangsung.

Keberadaan pembalap wildcard dikhawatirkan bakal menambah banyak kru yang memenuhi paddock dan memicu peluang penyebaran virus Covid-19 lebih masif.

Sistem wildcard diharapkan akan kembali digunakan pada MotoGP 2021. Itu pun jika situasi sudah memungkinkan.*ANY HIDAYATI/04

R
Penulis
Rizki Haerullah