news
LIGA 1
Kalahkan Persija, Momen Terindah Cecep Supriatna Berseragam Persib
11 May 2020 13:27 WIB
berita
Eks Kiper Persib Cecep Supriatna tampil gemilang saat kalahkan Persija pada ISL 2008-09/Foto Dokumentasi Cecep
BENTROK Persib Bandung versus Persija Jakarta, selalu mencekam. Penyebabnya persaingan panas dan hubungan kurang baik kedua suporter.

Atmosfer itu pun terbawa ke luar Bandung atau Jakarta, ketika ada larangan menggelar pertandingan di kandangnya.




Baca Juga :
- Leonard Tupamahu Ungkap Makna di Balik Permainan Golf yang Disukainya
- Di Penang FC, Ryuji Utomo Akan Bermain di Lini Tengah


Seperti yang terjadi di pertemuan kedua Macan Kemayoran versus Maung Bandung di Indonesia Super League 2008/2009. Tepatnya saat Persija harus menjamu Persib di Stadion Gajayana, Malang, Rabu, 10 Juni 2009.

Laga dipindahkan dari ibu kota karena Persija tidak mendapat izin menggelar pertandingan di markasnya. Malang dipilih untuk menggelar laga super panas ini.


Baca Juga :
- Persib Buka Akademi di Pati, Berharap Dapat Talenta Baru untuk Liga 1
- Cerita Spesial Pelatih Borneo Mario Gomez Bertanding Melawan Maradona, "Dengan Maradona, Boca seperti Bermain dengan 12 Pemain"


"Ini laga yang enggak mungkin saya lupakan. Selain saya yang mengawal gawang, Persib juga bisa menang 2-1 saat jadi tim tamu," kata kiper Persib Cecep Supriatna kepada TopSkor.id, Senin (11/5/2020).

Dia tidak perduli laga besar itu sedikit kehilangan magisnya karena digelar di Malang, bukan di SUGBK Senayan, kandangnya Persija. Maklum Persib selalu sulit menang dari rivalnya.

"Yang penting menang, enggak perduli mainnya bukan di Senayan juga. Karena kita bisa membuat revans setelah di putaran pertama kalah 2-3," ucap Cecep.

Cecep saat itu memang dipayungi keberuntungan. Bahkan layak jadi bintang lapangan, meski Airlangga Sucipto dan Cristian Gonzales yang mencetak gol kemenangan.

Masuk dari bench di menit keempat, menggantikan Tema Mursadat yang cedera, pemain kelahiran Bandung, 6 November 1975 ini, tampil gemilang.

"Saat itu yang ada di pikiran, harus buktikan pada pelatih Jaya Hartono bahwa saya punya kualitas. Pantas sesekali jadi starter," kata Cecep.

"Banyak pemain top berkelas nasional di kubu Persija, makin memotivasi saya. Sama sekali enggak grogi, justru makin pede," Cecep menambahkan.

Benar saja, beberapa kali Cecep membuat penyelamatan gemilang. Heading tajam dan upaya keras Bambang Pamungkas bisa diredam.

Begitu juga cannon ball Ponaryo Astaman dan kegigihan Greg Nwokolo bisa dibiusnya. Semua upaya mereka bisa dijinakkan Cecep.

"Jujur, laga itu penampilan terbaik saya di musim 2008/2009.  Bisa merasakan nikmat tiada tara, bisa mengalahkan Persija saat Persib jadi tim tamu," ucap Cecep.

Bonus besar sudah pasti menanti. "Alhamdulillah, bonus mengucur deras. Maklum momentum yang langka bisa mengalahkan Persija yang bertabur bintang," kata Cecep disetai tawa panjangnya.*04

news
Penulis
Dani Wihara
tukang tulas tulis persib bandung