news
LIGA INGGRIS
Kisah Wasit Inggris yang Bersahabat dengan Cristiano Ronaldo dan Mengagumi Lionel Messi
10 May 2020 02:10 WIB
berita
Mark Clattenburg pernah mewasiti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi - TopSkor/Istimewa
LONDON – Wasit Inggris, Mark Clattenburg, menceritakan pengalamannya saat mewasiti sejumlah pertandingan yang melibatkan para pemain top, baik di kancah domestik maupun internasional. Khususnya Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Luis Suarez.

Cristiano Ronaldo




Baca Juga :
- Aguero Harus Siap Hadapi Potong Gaji 50% Jika Perbarui Kontrak di ManCity
- Final Piala Super Spanyol: Lionel Messi Ambil Keputusan Sendiri untuk Bermain Malam Ini


“Satu hal yang saya kagumi tentang Ronaldo melebihi semuanya adalah kemampuan mengangkat performanya secara individu ketika timnya terpukul,” ujar Clattenburg kepada The Daily Mail.

“Saya pernah mewasiti dia saat masih muda di Liga Primer, kemudian saat di Real Madrid, dan dia selalu memainkan peran penting. Kita bisa tahu saat berada di lapangan bersamanya bahwa dia adalah pemain yang sangat unik yang bisa mengubah pertandingan dalam waktu singkat.


Baca Juga :
- Romelu Lukaku dan Cristiano Ronaldo Pasangan yang Cantik
- Baru Satu Tahun, Bruno Fernandes Sudah Lewati Rekor Para Legenda Liga Premier


“Saya juga punya hubungan yang sangat baik dengan dia. Saat saya naik tangga untuk menerima medali usai memimpin final Piala Eropa 2016 (saat Portugal mengalahkan Prancis), dia coba menaik dan memeluk saya. Seperti itulah sikap saling menghormati di antara kami.

“Saya kecewa saat dia cedera pada menit-menit awal di final karena pertandingan itu jadi kehilangan seorang pemain hebat.

“Tapi, saya tidak pernah memperlakukannya berbeda dari pemain lainnya dan saya pikir itulah sebabnya kami punya hubungan baik.

“Seusai final itu, sehelai kaus diantarkan ke ruang ganti saya dan sudah ditandatangani: ‘Buat Mark, semoga sukses, Cristiano Ronaldo.’ Saya tidak pernah meminta kaus itu. Itu sikap yang sangat baik.

“Saya pikir saya tidak pernah memberinya kartu – barangkali itulah sebabnya saya mendapatkan kaus itu!

“Saat kali pertama saya mewasiti dia di Real Madrid, saya ingat kiper Iker Casillas menangkap bola dari tendangan pojok dan hanya dalam tiga operan kemudian Ronaldo mencetak gol, saya bahkan belum sampai ke garis tengah lapangan! Tapi, itulah yang bisa dilakukan para pemain hebat seperti Ronaldo. Dia begitu cepat dan tajam.

“Tidak terlalu mengejutkan jika Real Madrid bukan lagi tim yang sama tanpa dia.

“Saya juga bertugas sebagai wasit saat dia mengeksekusi penalti yang menentukan pada final Liga Champions 2016.

“Dia tidak bermain baik dalam final itu dan saya bisa melihat dia tidak sepenuhnya bugar. Tapi, kita selalu tahu final itu akan tetap jadi Cristiano Ronaldo Show.”

Lionel Messi

“Saat pertama kali mewasiti Messi, saya benar-benar terperangah,” kata Clattenburg.

“Itu adala pertandingan Barcelona lawan Paris Saint-Germain dan, berada sangat dekat dengan Messi, saya berkata dalam hati: ‘Oh Tuhan, ini sulit dipercaya.’

“Saat kita mnjadi wasit, kita cenderung untuk selalu melihat bola. Tapi, saat Messi yang beraksi, kita bisa kehilangan bola. Jadi, bayangkan, apa yang dirasakan bek-bek lawan!

“Saya harus mengubah cara saya menganalisis ketika dia menguasai bola. Dia begitu hebat sehingga, pemain lawan selalu mencoba menghentikannya dengan berbagai cara, terkadang dengan menggaet kakinya, terkadang dengan menjegal badannya.

“Saya memberinya kartu kuning dalam pertandingan lawan PSG itu karena menginjak kaki pemain lawan. Tapi, dia tidak pernah protes atau mengatakan apa-apa.

“Dia bahkan tidak pernah protes sama sekali. Seperti itulah dirinya.

“Tapi, sebagai seorang wasit, kita akan sangat berharap untuk bisa berada di lapangan bersama Messi karena kita tahu pasti pertandingan itu akan istimewa.”

Luis Suarez

“Pertandingan pertama saya bersama Suarez adalah saat dia masih membela Ajax dan dia mencetak empat gol,” kata Clattenburg.

“Ketika saya pulang, saya bilang kepada teman-teman saya: ‘Benar-benar pemain istimewa, dia sulit dipercaya.’

“Dia punya sisi kotor seperti Diego Costa, tapi dia punya bakat istimewa.

“Saya sangat senang saat Liverpool merekrutnya karena saya tahu Liga Primer didatangi pemain yang menakjubkan. Dia selalu ‘bermain api’ dan kita harus bisa menangani itu.

“Saat kesal, dia selalu memaki dalam bahasa Spanyol. Tapi, saya telah mewasiti pertandingan di seluruh dunia dan saya tahu sumpah serapah dalam bahasa apapun. Jadi, saya sesekali berbalik memakinya. Itu membuatnya terkejut!

“Banyak orang bicara soal aturan pertandingan. Itu betul, tapi menjadi wasit, buat saya, lebih soal menangani pertandingan dan para pemain.

“Kita harus berusaha membantu produk yang dihasilkan, yaitu pertandingan itu sendiri, agar menjadi yang terbaik. Kita harus tahu cara menangani pemain seperti Suarez. Jika tidak, itu akan menimbulkan lebih banyak masalah buat kita hingga akhir pertandingan.”* Rijal Al Furqon/02

R
Penulis
Rijal Al Furqon