news
LIGA INGGRIS
Legenda Arsenal Menduga Virus Corona Sengaja Dirancang untuk Menyerang Kelompok Manusia Tertentu
10 May 2020 01:16 WIB
berita
Sol Campbell - TopSkor/Istimewa
LONDON – Legenda Arsenal,  Sol Campbell, menuai kritik lantaran meyakini bahwa virus Corona sengaja diciptakan untuk menyerang kelompok manusia tertentu.

Teori konspirasi terkait wabah virus Corona yang melanda seluruh dunia belakangan ini telah banyak bermunculan. Termasuk dari sejumlah pesohor olahraga seperti petinju Amir Khan yang menuding virus tersebut sengaja diciptakan untuk mengendalikan populasi dunia.




Baca Juga :
- Ozil Pamit dari Arsenal Serahkan Gajinya Rp 133 Miliar untuk Pergi ke Fenerbahce
- Mesut Ozil Pamit di Tempat Latihan Arsenal Hari Ini


Kini, giliran Campbell yang memiliki asumsi serupa. Menurut mantan bek tengah tim nasional Inggris berusia 45 tahun ini virus Corona sengaja dirancang untuk menyasar komunitas manusia tertentu.

Pandemi global Covid-19 yang berawal di Wuhan, Cina, kini telah menyebar ke seluruh negara di dunia dan Inggris merupaka negara di Eropa yang terkena dampak paling parah oleh wabah ini dalam kaitannya dengan jumlah kematian.


Baca Juga :
- Ini Empat Cara Manchester United Memainkan Paul Pogba vs Liverpool
- Ozil Tolak Korbankan Sisa Gaji Rp168 Miliar, Arsenal Harus Mencicilnya Hingga 2023


Tapi, Campbell yang kini menjadi pelatih klub League One, kasta ketiga Inggris, Southend United ini mengunggah sebuah foto di akun Twitter pribadinya yang menampilkan statistik dari dampak wabah virus Corona di Inggris yang menunjukkan kemungkinan adanya risiko yang lebih tinggi terhadap warga kulit hitam dan perempuan.

“Apakah virus ini sebuah kesalahan alami atau kesalahan yang dirancang...?” tulis Campbell. “Saya bertanya-tanya apakah virus ini secara sengaja menyerang jenis darah tertentu….?”

Tweet yang dibuat Campbell tidak pelak menuai kritik dari banyak pihak. Padahal, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengisyaratkan akan mengendurkan kebijakan lockdown di negara itu.

Dampak virus Corona juga telah membuat sepak bola terhenti setelah pemerintah Inggris melarang segala jenis kerumunan.

Kini, Project Restart menargetkan untuk melanjutkan kembali Liga Primer musim ini. Tapi, kompetisi di divisi bawah seperti League One dan League Two kemungkinan besar bakal dibatalkan.

Jika pembatalan ini benar-benar terjadi, Southend yang kini menduduki peringkat ke-22 klasemen sementara dengan jarak 16 poin dari AFC Wimbledon yang menempati peringkat ke-20 atau zona aman, bakal otomatis terdegradasi ke League Two.

Tapi, Campbell menegaskan bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas.

“Saya pikir keselamatan harus berada di atas segalanya,” ujar Campbell yang pernah dua kali memenangi gelar Liga Primer bersama Arsenal.

“Saya tahu sejumlah negara lain tengah berusaha untuk menggelar kembali kompetisi dan Jerman bahkan sudah menjadwalkan lanjutan liga musim ini. Tapi, jumlah korban wabah virus Corona di negara itu lebih rendah daripada di sini.

“Saya pikir kita tidak bisa mempertimbangkan untuk mengembalikan sepak bola di sini hingga situasinya aman. Tapi, kita juga harus siap dengan segala kemungkinan.”

R
Penulis
Rijal Al Furqon