news
UMUM
Kurniawan Dwi Yulianto Sudah Anggap Danurwindo seperti Bapak Sendiri
30 April 2020 14:40 WIB
berita
Kurniawan Dwi Yulianto (tengah) bersama Bima Sakti dan Kurnia Sandi - Foto Husni Yamin TopSkor
JAKARTA – Kurniawan Dwi Yulianto merupakan salah satu pelatih Indonesia yang kini menangani tim sepak bola luar negeri. Mantan penyerang timnas Indonesia itu saat ini tengah menjabat sebagai pelatih klub Liga Super Malaysia, Sabah FA.

Ini menjadi tantangan tersendiri buat Kurniawan. Pasalnya, ia belum pernah menjabat sebagai pelatih kepala sebuah tim profesional. Terakhir, si Kurus, sapaan akrabnya, menjadi asisten pelatih Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-22 pada SEA Games 2019.




Baca Juga :
- Pasrah! Geoffrey Castillion Tak Ingin Mundur dari Persib Bandung
- Mundurnya GP Amerika Serikat, Membuka Kesempatan Thailand, Malaysia, dan Argentina


Tapi, tahu Anda siapa pelatih idola dari si Kurus? Dia adalah Danurwindo. “Hampir semua pelatih berjasa dalam karier saya, tapi yang paling dekat dengan saya adalah Om Danurwindo,” kata Kurniawan saat live instagram bersama IRadio Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Menurut Kurus, tanpa mengurangi rasa hormat kepada pelatih-pelatih lain yang juga berjasa dalam kariernya, harus diakui sosok Danurwindo punya tempat tersendiri bagi dirinya.


Baca Juga :
- Piala Dunia U-20 2021, Pemkot Solo Sterilkan Kawasan Stadion Manahan dari PKL
- Gelandang Bhayangkara FC Renan Silva Dukung Lanjutan Liga 1 2020 Tanpa Penonton


“Dari kecil beliau yang menemukan dan membawa saya ke timnas Primavera. Danurwindo telah saya anggap sebagai bapak dan teman diskusi sampai sekarang,” kata Kurniawan.

Si Kurus merupakan pemain jebolan timnas Primavera tahun 1990-an. Saat itu tim tersebut ditangani Danurwindo.

Bukan hanya itu, “Profesor’’ Danur juga yang menemukan Kurniawan dalam seleksi pemain di kompetisi Piala Suratin. Anak-anak jebolan Piala Suratin ini kemudian diberangkatkan ke Italia. Di sana, mereka tidak hanya menuntut ilmu sepak bola, tapi juga ikut kompetisi resmi di bawah umur 19 tahun, yang disebut Liga Primavera.

Hingga hasilnya, si Kurus mampu menarik minat klub SerieA Sampdoria. Kemudian Kurniawan juga sempat melanjutkan karier bersama FC Luzern Swiss tahun 1994.

Setelah itu, ia kembali ke Tanah Air dan membela sejumlah klub top Indonesia: PSM Makassar, Pelita Bakrier, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.

Ia juga termasuk pemain yang cukup lama membela timnas dan menjadi salah satu penyerang tim Garuda yang cukup produktif. Hingga, Kurniawan memutuskan gantung sepatu pada 2013.

Kini, menjadi pelatih kepala adalah pertualangan baru bagi si Kurus. Bahkan, ia tertantang untuk bisa berkarier lama di luar negeri.

“Keinginan berkarier sebagai pelatih di Indonesia tentu ada. Tapi, selagi masih ada kesempatan di luar negeri, kenapa tidak? Jadi sekarang saya ingin di luar negeri dulu. Biar banyak pengalaman di luar dulu,” kata Kurniawan.

R
Penulis
Rizki Haerullah