news
TOP FEATURE FOOTBALL
Striker Legendaris Inggris Ini Pernah Menceret di Lapangan pada Piala Dunia 1990
27 April 2020 09:35 WIB
berita
Gary LIneker saat ditarik keluar - TopSkor/Istimewa
LONDON – Striker legendaris tim nasional, Inggris, Gary Lineker, mengenang kembali kejadian memalukan yang dialaminya di Piala Dunia 1990 saat dirinya tidak bisa menahan mencret di lapangan.

Lineker bermain impresif pada turnamen akbar yang digelar di Italia tersebut dengan membantu The Three Lions lolos ke semifinal dengan mencetak empat gol.




Baca Juga :
- Lin Dan Gantung Raket, Pengumumannya lewat Medsos Buatan Cina
- Klopp Tak Mau Manjakan Tiga Pemain Muda Liverpool Ini, Mau Medali? Ya Harus Main


Tapi, bukan hanya performa impresifnya yang dikenang publik di turnamen itu melainkan juga momen memalukan yang dialaminya dalam pertandingan pembuka lawan Republik Irlandia pada 11 Juni 1990.

Pada laga yang digelar di Cagliari itu, Lineker langsung menunjukkan ketajamannya dengan membawa Inggris unggul lewat golnya di menit kesembilan. Tapi, dia tidak bisa terus bermain hingga akhir karena “petaka” yang dialaminya di pengujung laga.


Baca Juga :
- Berani! Juara Dunia Interim Ini Siap Tantang Canelo meski Persiapan Hanya Dua Hari
- Pintar! Milan Bisa Beli Gelandang Prospek Milik Atalanta Ini Setengah Harga, Ini Prosesnya


Sehari sebelum pertandingan itu, Lineker sudah merasakan masalah dengan perutnya, tapi meski merasa tidak nyaman saat beraksi di lapangan, dia tidak berterus terang kepada pelatih Bobby Robson bahwa dirinya sedang kurang sehat.

Lineker sempat bertahan cukup lama hingga babak kedua sebelum “petaka” itu tiba ketika dirinya berusaha merebut kembali bola yang dicuri lawan.

“Saya merasa sakit sepanjang malam dan saat itu jelang pembukaan Piala Dunia 1990. Saya sempat beberapa kali terbangun karena diare,” kata Lineker dalam episode spesial Match of the Day.

“Saya tidak mau memberitahukan kondisi saya kepada Bobby Robson karena saya berpikir dia mungkin akan mencoret saya dari daftar pemain dan seperti biasa, saya selalu ingin bermain.

“Pertandingan pun dimulai dan saya merasa baik-baik saja selama sekitar 20 menit sebelum mulai mengalami kram. Meski begitu, saya berhasil melewati babak pertama dan saya pikir kondisi saya akan baik-baik saja.

“Kami pun turun ke lapangan di babak kedua, dan sekitar 10 atau 15 kemudian saya kembali mengalami kram dan saya pikir, ‘Waduh, saya kini dalam masalah.’

“Saat itu, bola berada di sisi kiri Irlandia dan saya berlari untuk mencoba memblok bola. Tapi, saya kemudian terjatuh dan beristirahat sekejap dan tiba-tiba ‘boom’ semuanya keluar begitu saja.

“Saya pun kaget. Ketika Gary Stevens menghampiri saya dan menanyakan apa yang salah, saya langsung berkata ‘saya baru saja buang air di celana.’ Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.

“Beruntung, hari itu kami memakai celana pendek berwarna biru gelap. Saya pun mengeluarkan kotoran itu dan menggosok-gosok bokong saya di rumput seperti seekor anjing.

“Pada akhirnya Bobby menarik saya keluar, dan saya pikir Steve Bull yang menggantikan saya dan saya berjalan ke bangku cadangan.

“Biasanya, di setiap bangku cadangan di banyak stadion terletak di samping lorong, tapi di stadion ini tidak. Bangku cadangan tertelak di seberang lorong sehingga saya terpaksa tetap duduk di situ bersama para pemain cadangan lainnya.

“Kalian bisa melihat semua orang berusaha menjauhi saya sementara saya merasa prihatin dengan diri saya sendiri.”

Lineker kemudian tampil dalam empat laga berikutnya hingga akhirnya Inggris tersingkir di semifinal setelah kalah adu penalti dari Jerman.*Rijal Alfurqon/01

R
Penulis
Rijal Al Furqon