news
LIGA TOPSKOR
Gerakan 1.000 Kaus untuk Bantu Pelatih SSB di Surabaya yang Gajinya Terhenti Selama Corona
18 April 2020 07:53 WIB
berita
Ketua Badan Liga Askot Surabaya Achmad Yari/ Foto M B Marzuki TopSkor
SURABAYA - Badan Liga Asosiasi Kota (Askot) PSSI Surabaya kembali tergugah untuk melakukan aksi sosial untuk menanggulangi dampak pandemic virus corona atau covid-19. Kali ini, Badan Liga Askot Surabaya siap meluncurkan kaus unik yang gambarnya berisi mengampanyekan ‘semangat bersama melawan virus corona’.

Kaus ini akan diproduksi massal sesuai pesanan, kemudian hasil profit penjualan akan dibagikan kepada para pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) dan klub di Surabaya yang kegiatan rutinnya terpaksa vakum akibat pandemi covid-19. Diharapkan, hasil keuntungan penjualan bisa membantu pelatih yang pemasukannya terhenti karena aktivitas SSB tak berjalan semestinya.




Baca Juga :
- Viking Siap Patuhi Aturan, Panitia Harus Lebih Konsekuen
- Bek Kiri Timnas U-19 Pratama Arhan Bocorkan Rahasia Bisa Punya Lemparan Maut


Koordinator Badan Liga Askot PSSI Surabaya Achmad Yari menjelaskan, pihaknya terdorong untuk melanjutkan aksi sosial yang berhasil digalang sebelumnya, yakni berupa pembagian sembako kepada para pelatih. Terlebih, pandemi covid-19 yang belum berakhir masih membuat sejumlah pelatih kesulitan untuk mendapat pemasukan keuangan.

"Ini gerakan lanjutan kita, gerakan kedua kami untuk membantu pelatih yang terdampak pendapatannya. Kami juga mengajak wali maupun siswa SSB untuk terdorong dan peduli pada pelatih di tengah kondisi covid-19 ini," ujar Yari, Jumat (17/4/2020).


Baca Juga :
- PT LIB: Jika Suporter Memaksa Datang ke Stadion, Klub Dinyatakan Akan Kalah
- PSSI maupun PT LIB harus Jujur, Indonesia Jangan seperti Vietnam


Dia mengatakan, pihak Badan Liga Askot juga mengajak para pelatih mengisi waktu sekaligus memaksimalkan potensi untuk beraksi bersama melawan Covid.

Dia melanjutkan setiap pelatih bisa mendapatkan laba dari kaus yang berhasil dijualkan oleh mereka. Kaos ini dijual secara luas, khususnya kepada ke wali siswa atau siswa SSB Surabaya. Dijual dengan harga Rp90 ribu untuk ukuran normal (S, M, dan L). Sedangkan untuk ukuran XL ke atas tambah Rp10 ribu.
"Share profit, satu kaos bisa mendapatkan maksimal 25 persen dari harga jual. Hasil penjualan kita berikan kepada pelatih yang menjual kaos kepada wali atau pembeli lain," ucap Yari.

Nantinya, sistem pemesanan akan dikoordinir pelatih untuk selanjutnya direkapitulasi bersama tim Badan Liga Askot. Nah, untuk setiap pesanan dalam semua ukuran yang tercatat akan dikumpulkan Badan Liga Askot sampai dengan Minggu, 19 April 2020. Selanjutnya kaos akan diproduksi secara massal kemudian didistribusikan kepada seluruh pemesan.

"Tujuan kami ingin memberikan pemasukan tambahan para pelatih melalui gerakan kaos donasi. Saya yakin dengan kepedulian dari siswa dan wali siswa itu akan membantu kesulitan yang dihadapi para pegiat sepak bola yang ada," ujar Yari.

Yari menargetkan bisa menjual 1.000 kaos agar jumlah pendapatan bisa merata dan dirasakan oleh para pelatih yang ada di Surabaya. "Harapan saya juga para manajer tim membantu pelatih menyosialisaikan aksi ini. Dan aksi ini bisa diikuti dan jadi percontohan gerakan peduli pelatih di daerah lain di Indonesia,” kata Yari.*M. B. MARZUKI/04

R
Penulis
Rizki Haerullah