news
INFOGRAFIS
INFOGRAFIS: Mohammad Ahsan, Temukan Chemistry dengan Hendra Setiawan setelah Gonta-ganti Partner
12 April 2020 20:23 WIB
berita
SEJAK berkiprah dalam turnamen junior pada 2005, Mohammad Ahsan memilih nomor ganda putra sebagai spesialisasinya.

Pebulu tangkis 32 tahun ini kerap berganti-ganti pasangan. Sebut saja Viki Indra Okvana, Bona Septano, Rian Agung Saputro, Alvent Yulianto, hingga Hendra Setiawan.




Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Super Dan, Pebulu Tangkis Super yang Menyabet Seluruh Gelar Bergengsi
- Lin Dan, Bukan Sosok Sempurna dan Kutukan di Indonesia


Bahkan terakhir dengan juniornya Fajar Alfian pada Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020, Februari lalu.

Dan yang menarik, dengan siapa pun, Ahsan hampir selalu meraih prestasi. Pada awal karier, ia berpartner dengan Viki. Mereka sempat meraih perunggu Kejuaraan Asia Junior 2005 di Jakarta.


Baca Juga :
- Super Dan Pensiun! 4 Catatan Impresif Lin Dan Sepanjang Masa
- Duh, Pebulu Tangkis Ganda Putri Ini Harus Jalani Operasi Lutut saat Turnamen Internal PBSI Bergulir


Lalu bersama Alvent Yulianto, Ahsan menyabet perunggu Asian Games 2010 di Guangzhou, Cina. Sedangkan dengan tiga pebulu tangkis lainnya, Ahsan sukses meraih gelar juara.

Adalah Bona, pasangan Ahsan pertama saat masuk pelatnas Cipayung. Ahsan/Bona mengoleksi total 10 gelar hingga 2012 dan sempat masuk lima besar peringkat BWF ganda putra.

Kemudian, setelah hanya sampai perempat final Olimpiade 2012, pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi menilai Ahsan/Bona tidak berkembang.

Herry lalu memasangkan Ahsan dengan Hendra Setiawan. Keputusan itu tepat, mereka meraih banyak gelar. Di antaranya Indonesia Open 2013, Malaysia Open 2013, hingga All England 2013, bahkan menduduki posisi pertama dunia pada 2013.

Namun tiga tahun kemudian Hendra mengundurkan diri dari pelatnas. Ahsan pun mendapatkan pasangan baru, Rian Agung Saputro pada 2017.

Bersama juniornya itu, prestasi Ahsan terus mengalir. Selain jadi runner-up BWF World Championship 2017 di Glasgow, Ahsan/Rian berjaya di kandang macan dengan menjuarai BWF Challenge, China International  pada 2017.

Tapi kemudian  pada awal 2018, Hendra dipanggil kembali ke pelatnas dan berpasangan lagi dengan Ahsan. Dengan Hendra, Ahsan memang sudah menemukan chemistry. Mereka seakan sudah tahu yang harus dilakukan di lapangan. Rotasi dan komunikasi berjalan baik.

Perputaran posisi saat bertanding juga selalu pada saat yang tepat. Seiring usia yang tidak lagi muda, mereka lebih menekankan efisiensi penempatan bola dibanding menyerang.

Alhasil saat The Daddys, julukan mereka, keluar dari pelatnas pada awal 2019, prestasi pun tetap mengalir. Ahsan/Hendra di antaranya jadi kampiun BWF World Championship alias Kejuaraan Dunia 2019 dan turnamen bergengsi All England 2019.

Kini The Daddys berada pada posisi kedua BWF dan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Alhasil pada 2020 ini PBSI memanggil kembali mereka ke pelatnas Cipayung, meski hanya jadi sparring partner.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id