news
LIGA 1
Pemain Asing Persik Ungkap Perjuangannya Meninggalkan Indonesia
06 April 2020 13:24 WIB
berita
Ante Bakmaz (berteriak) - Dok. Media Persik
SYDNEY -- Kepergian pemain asing Persik Kediri, Ante Bakmaz, meninggalkan Indonesia yang dalam kondisi darurat virus corona tidak terjadi begitu saja.

Ada perjuangan berat yang dilakukan demi bisa mudik ke Australia, seperti yang dituturkannya kepada media asal negaranya, Fox Sports Australia, Kamis (2/4/2020).




Baca Juga :
- Kim Kurniawan Tidak Takut jika Persib Tampil di Tempat Netral
- Jika Tanggal Kickoff Sudah Pasti, Bhayangkara FC Kumpulkan Skuat


"Semula PFA (Persatuan Pemain Australia) menghubungi saya, tapi saat itu saya tidak memegang telepon, dan saya pikir tidak ada yang darurat," kata Bakmaz.

"Tapi seperti ada yang mengganjal sehingga saya berusaha menghubungi teman saya, pemain asal Australia lain untuk meminta kejelasan," bek 28 tahun menambahkan.


Baca Juga :
- Ini 4 Acuan PSIS Semarang Sebelum Menggelar Persiapan Tim
- Kesan Pertama di Persija Bikin Gustavo Chena Bertahan di Indonesia Selama 17 Tahun


Lebih lanjut Bakmaz menuturkan bahwa setelahnya dewan konsulat jenderal Australia di Indonesia, Chris Barnes, memintanya segera meninggalkan Indonesia.

"Robbie Gaspar (pihak PFA yang mengurusi di kawasan Asia Tenggara) juga menghubungi saya dan menyebut kondisi tak akan terkendali di sana (Indonesia)," ucap Bakmaz.

"Virus corona sudah masuk dan Indonesia punya penduduk padat, tapi pemerintah menyembunyikan statistik, mengatakan semua terkendali," Bakmaz melanjutkan.

Adapun bek yang juga memiliki darah Kroasia ini telah menjelaskan di Instagram, Senin (30/4/2020), bahwa diminta mudik ke Australia dan pergi pada Minggu (29/3/2020).

"PFA itu luar biasa, mereka peduli dengan keselamatan kami. Robbie berbicara dengan pemerintah untuk memastikan para pemain Australia bisa pulang," ujar Bakmaz.

"Robbie bisa berbahasa Indonesia sehingga lebih mudah untuk berbicara tentang hak-hak kami. Kami punya hak untuk bersama keluarga, hak untuk aman," ia menambahkan.

Setelah perjuangan untuk dirinya selesai, mantan pemain Madura United ini tidak bisa lekas mudik, sebab kekasihnya masih membutuhkan visa dan harus kembali berjuang.

Bakmaz mengakui bahwa semula dia tenang karena pemberitaan yang ada di Indonesia tergolong baik. Informasi yang diberikan oleh pemerintah mempengaruhi hal itu.

"Tapi saya melihat sekitar seperti Filipina atau Hong Kong mengkondisikan diri bahwa sudah parah. Kini saya rasa jika saat itu bertahan mungkin akan jadi mimpi buruk," ucap Bakmaz.

Adapun sang pemain tak bisa lekas beraktivitas normal sesampainya di Negeri Kanguru. Sesuai prosedur, ia harus lebih dulu menjalani karantina 14 hari di Sydney.*Taufani Rahmanda/02

T
Penulis
Taufani Rahmanda