news
LIGA TOPSKOR
Keren! ASIOP Manfaatkan Google Meet untuk Tetap Melatih Anak-anak
05 April 2020 12:52 WIB
berita
Suasana latihan ASIOP dalam program Interactive Training From Home/ Foto M Rizki H
“ANAK-anak latihan kita mulai empat menit lagi ya. Siapkan cone kalian!” kata salah satu pelatih ASIOP, Rahmanninov, saat berinteraksi dengan para pemain sebelum latihan secara online, Sabtu (04/04/2020).

Wabah virus corona atau covid-19 di Indonesia memang membuat masyarakat tidak bisa beraktivitas normal. Seluruh kegiatan dan kompetisi sepak bola Tanah Air pun dihentikan.




Baca Juga :
- Jacksen Tiago Berharap Bisa Mendapatkan Lawan yang Sesuai untuk Uji Coba
- OK John Gabung, PSMS Medan Makin Mengerikan


Para pesepak bola cilik yang tengah menimba ilmu juga terkena dampak. Pemain masa depan Indonesia itu tak bisa mengasah skill dan teknik di lapangan hijau.

Tapi, situasi ini bukan alasan bagi 600 siswa ASIOP untuk berhenti berlatih. Manajemen dan pelatih akademi sepak bola yang bermarkas di kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno itu punya ide bagus dengan meluncurkan program Interactive Training From Home (ITFH).


Baca Juga :
- Dragan Djukanovic Ingin Lini Depan PSIS Semarang Lebih Tenang
- Motivasi Persekat Tegal Berlipat Ganda Berkat PSMS Medan dan Sriwijaya FC


Program ITFH ini memanfaatkan aplikasi google hangouts meet. Jadi para pelatih dan seluruh pemain dapat terhubung dan latihan bersama lewat gadget dari rumah masing-masing. Inovasi ASIOP ini menjadi yang pertama dilakukan oleh akademi sepak bola di Indonesia.

Program ITFH mulai dijalankan tim Mutiara dari Senayan, julukan ASIOP, sejak Sabtu (05/04/2020) lalu. ASIOP menggelar lima kelas untuk kelahiran 2010-2014, 2002-2005, 2010-2014, dan 2006-2009 (dua sesi).

Para pelatih ASIOP menggunakan seragam lengkap memberikan peragaan dan instruksi secara live dari Kantor ASIOP yang bertempat di lantai empat Gedung Transtama Logistic, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Intruksi itupun langsung dijalankan para siswa di rumah dengan penuh semangat.

Latihan ini akan digelar secara rutin setiap Sabtu dan Minggu hingga kasus covid-19 di Indonesia mereda. Setiap sesi latihan berlangsung 45 menit dengan rata-rata diikuti 50 pemain.

“Situasi saat ini sangat menyedihkan bagi anak-anak. Karena itu kami coba manfaatkan teknologi bagaimana agar anak-anak kami bisa tetap berlatih di rumah,” kata Direktur Teknik ASIOP Barry Sidik.

Bukan hanya berlatih, latihan online ini menjadi momentum para pemain untuk bersilahturahmi. Ini terlihat saat mereka saling menyapa rekannya dan berbincang di sela-sela latihan.

“Harapan pelatih bisa tetap berinteraksi dengan semua siswa. Kami juga berharap semua dalam keadaan sehat tetap semangat dan gembira, serta tetap di rumah,” kata Barry.

Melatih anak-anak secara virtual ini menjadi pengalaman baru bagi para pelatih ASIOP. Mereka dituntut untuk berimajinasi layaknya benar-benar ada di depan pemain. Mereka juga harus teliti dalam mengontrol gerakan satu per satu pemain dari layar laptop.

“Ini tentu latihan berbeda dari biasanya di lapangan menghadapi suasana terbuka. Nah dalam latihan online ini pelatih dituntut berimajinasi sesi latihan dengan baik dan maksimal serta bisa berinteraksi dengan maksimal,” ujar Nur Ichwan, salah satu pelatih ASIOP yang juga bertugas dalam program ITFH, Sabtu (04/04/2020) kemarin.

Program ITFH yang diterapkan ASIOP ini pun mendapat respons positif dari para siswa. Salah satunya, Emir Ramdhan Lahadaila. Ia mengaku senang bisa tetap berlatih di rumah.

“Bagus lah kalau ada latihan seperti ini. Jadi meningkatkan kemampuan kita dan kita jadi enggak diem saja di rumah,” ucap Emir. “Senang ikut latihan kayak gini, tentu saja kalau ada sesi lagi, bakal ikutan lagi.”

Tika Soekasah, ibunda dari siswa ASIOP Gibran dan Tigran juga mengapresiasi dengan adanya program ITFH ini. Menurutnya, latihan ini bisa menghindari pemain dari aktivitas-aktivitas yang tidak bermanfaat di rumah, seperti terus-menerus bermain gadget.

“Ini adalah ide yang sangat bagus sekali ya, karena adanya wabah covid 19 ini, sudah hampir tiga pekan anak-anak enggak latihan bola. Jadi walaupun di rumah tetap pegang bola, ini ide yang bagus sekali karena latihan anak-anak juga jadi lebih terarah,” ucap Tika. “Anak-anak sendiri sih karena udah lama enggak main bola, mereka jadi semangat sekali menjalani latihan,” putri dari tokoh sepak bola nasional Rahim Soekasah itu menambahkan.

 

 

 

 

 

 

 

R
Penulis
Rizki Haerullah