news
LIGA 1
Robert Rene Alberts Bicara Musik, Makanan Favorit, dan Topi Bolong
01 April 2020 13:10 WIB
berita
Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts/Foto TopSkor Dani Wihara
BANDUNG -- Robert Alberts orang yang bersahaja. Tidak pernah terlihat marah. Murah senyum dan rajin membalas sapaan orang.

Tapi satu yang tidak disukai. Yakni umur. Pelatih berpaspor Belanda kurang suka ditanya usia. Dia bisa bicara apapun asal tidak ditanya usianya.




Baca Juga :
- Tembus 105 Laga, I Made Wirawan Jadi Kiper Yang Paling Banyak Tampil bersama Persib
- Transformasi Ardi Idrus, dari Pemain Kampung Jadi Bintang Persib


"Silahkan tanya apa saja. Tapi jangan tanya umur," kata pelatih yang sering melontarkan kata bagus sembari menunjukkan ibu jarinya pada akhir obrolannya di akun instagramnya.

Karuan berbagai pertanyaan dilontarkan bobotoh atau orang-orang yang kebetulan mampir di wall-nya. Semua pertanyaan dijawab tuntas. Dari mulai alat musik dan musik favorit, makanan Indonesia favorit dan lain-lain.


Baca Juga :
- Persiraja Senang Klub-klub yang Minta Kompetisi Tetap Jalan Terus Bertambah
- Presiden Persebaya Sempat Tulis Liga 1 Bisa Lanjut, Bawahannya Kok No Comment?


"Saya suka terompet dan saksofon untuk jenis alat musik. Silingga dan Earth Wind and Fire adalah music favorit saya," ucap pelatih berpaspor Belanda.

Kata "kumaha damang" adalah jawaban yang dilontarkannya ketika ditanya kata dalam bahasa Sunda yang diketahuinya. Dan ketika ditanya kesan pertama makan cireng, makanan khas Sunda, dengan enteng dia menjawab, "unik dan enak," ujarnya

"Tapi makanan Indonesia favorit saya nasi goreng, dari banyak makanan Indonesia yang sudah saya nikmati," pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 14 November 1954 itu menambahkan.

Soal alasan meninggalkan PSM Makassar dan memilih melanjurkan karier kepelatihannya di Persib, tidak luput ditanyakan penggemarnya. Maklum saat itu santer berita dia terkena kanker dan terpaksa mundur dari PSM.

"You should watch my youtube channel," jawabnya soal alasan tinggalkan PSM. "Good management, good city, good supporters, and i want make success with Persib," ucap Robert soal pilihannya bergabung dengan Maung Bandung.

Tapi ada juga orang yang penasaran dengan kiprahnya di Ajax. Dan minta Robert menjawab persinggungannya dengan klub top Belanda itu.

"Saya main di Ajax sejak usia 12 tahun. Beralih ke profesional pada 18-21 tahun. Dan pemain favorit saya Johan Crujff," ujar pria yang hobby bertopi bolong di atasnya itu. "Soal topi ini, sengaja saya pesan buat diri sendiri. I made custom myself."

news
Penulis
Dani Wihara
tukang tulas tulis persib bandung